Jelang Idul Adha, Harga Sembako di Mojokerto Dilarang Naik

Bulog Gerojok Sembako di Pasar Tradisonal

Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, kebutuhan masyarakat akan sembako dipastikan akan tinggi, tapi diharapkan tidak terjadi kenaikan harga.

Bulog sub Divre V Surabaya Selatan, yang menaungi wilayah Mojokerto dan Jombang menggelar operasi pasar mobile, melalui Gerakan Stabilisasi Pangan Jelang Idul Adha 2017.

“Operasi pasar ini digelar mulai Jum’at hari ini hingga satu minggu setelah Idul Adha, sasarannya semua pasar tradisional di Mojokerto dan Jombang.” Ungkap Arsyad, Kepala Bulog sub Divre V Surabaya Selatan, Juma’t (25/08).

Baca Juga :  Anomali cuaca, Harga Beras di Mojokerto Naik

Kata Arsyad, Ada beberapa jenis sembako yang dijual dengan harga bersaing dengan harga pasar. “Sembako yang dijual diantaranya beras, gula, minyak goreng, bawang merah dan putih serta cabe, kalo soal harga, pasti bersaing dengan harga pasar,” Tambahnya.

Arsyad juga mengatakan, tujuan Gerakan Stabilisasi Pangan ini, memang untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga sembako jelang hari raya Idul Adha 2017. “Jangan sampai ada kenaikan harga sembako, begitu ada kenaikan langsung akan dirop dari Bulog.” pungkasnya.(sma)