Satu lagi, CJH Mojokerto Meninggal di Mekkah

Jamaah Asal Trowulan, Kloter 79 SUB

Setelah Satu CJH asal Kota Mojokerto meninggal dunia setelah terjatuh di area Masjidil  Haram, atas nama Muhammad Taufiq bin Kadir, usia 53 th, asal Griya Permata Meri, Kota Mojokerto. Kemarin, satu lagi CJH Mojokerto yang meninggal di Tanah Suci.

Samuah, 80, jamaah haji asal Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, Korban ditemukan petugas PPIH sudah tak bernyawa saat berada di dalam kamar hotel, Jumat (8/9) WAS.

Sebelumnya Samuah tampak normal-normal saja, mulai berangkat dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya sampai tiba Makkah, Samuah terlihat sehat. Bisa berjalan sempurna tanpa kursi roda, meskipun dia tergolong jamaah haji lansia.

Pagi sebelum mengembuskan napas terakhir, Samuah masih sempat sarapan bubur bersama jamaah lain di Hotel Al Kiswah Tower 5, maktab 48 sektor 10, wilayah Jarwal, Makkah. Setelah itu korban bersantai bersama jamaah lain sebelum akhirnya pukul 11.00 WAS, korban pamitan istirahat dalam kamar, dan sekitar jam 13.00 WAS ketika dibangunkan untuk Salat Duhur Samuah tidak bergerak, ketika diperiksa tim dokter tidak bisa ditolong dan jam 14:45 Samuah dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Nasib Pedagang Ubalan Pacet Mojokerto "Nggantung"

’’Semula jamaah tidak ada indikasi mengidap penyakit. Masih bisa sarapan dan bercengkerama bersama jamaah lain. Mungkin, karena usianya sudah tua,’’ terang Nasirudin, tim pendamping jamaah haji Kloter 79 Embarkasi SUB (Surabaya).

Dari diagnosa dokter, penyebab kematian korban diindikasikan akibat penyakit ardiac arrest. Yakni, berhentinya detak jantung secara tiba-tiba.(sma)