Mewah, Aneka Tas “Daur Ulang” Produksi BSI Mojokerto

Mahal di Ongkos Proses Produksi

Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto banyak memproduksi hasil karya dari bahan daur ulang sampah, baik berupa tempat tisu, vas bunga, tempat pensil hingga busana dari daur ulang sampah. Tapi kedepan, Dinas Lingkungan Hidup mengarahkan pada hasil karya yang lebih bersifat ekonomis, seperti tas belanja, tas kerja, tas untuk fashion dan kreasi lainnya.

Suwaji, Kasubag Pemantauan dan Pengaduan DLH Kota Mojokerto mengatakan, saat ini tim BSI sudah mampu memproduksi berbagai barang yang bisa dimanfaatkan masyarakat setiap waktu, tapi kedepan barang-barang harus mempunyai nilai ekonomis.

“Kalau pakaian daur ulang hanya dipakai pada acara tertentu dan orang enggan untuk beli, sekarang kita arahkan hasil karyanya harus disukai oleh masyarakat, dan mereka mau memakainya setiap waktu.” Ungkapnya.

Baca Juga :  TPA Randegan Mojokerto Target Suplai Gas Metan Untuk 100 RT

Sementara itu Riani, direktur BSI mengatakan beberapa produk yang sudah berhasil diproduksi dan layak jual diantaranya aneka tas, dan aneka Vas Bunga. “Setiap bulan tim BSI selalu dilatih, setelah itu mereka bisa mengerjakan dirumah, kalau soal bahan baku jelas murah, tapi yang mahal itu proses dan ongkos produksinya.” Terangnya.

Aneka tas daur ulang yang diproduksi BSI terkesan mewah, tidak terlihat kalau terbuat dari sampah daur ulang. “Tapi fashion untuk laki-laki, terbuat dari bekas ban dalam mobil harganya 100 ribu, sedangkan Tas tenteng untuk wanita karir, harganya 125 ribu.” Tambahnya.(sma)