21 Kali Kebakaran di Mojokerto, diduga ada yang Sengaja

Luas area mencapai 80 hektare lebi

Musim kemarau identik dengan kekeringan dan rawan kebakaran, bahkan BMKG sudah memperingatkan agar waspada lebaran di puncak musim kemarau hingga bulan Oktober.

Di kabupaten Mojokerto, sudah terjadi 21 kali kebakaran hutan dan kebakaran hutan. “Kebakaran hutan 19 kali kebakaran lahan tebu 2 kali, total area yang terbakar mencapai lebih dari 80 hektare.” Ungkap M Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto.

Kata M Zaini, hutan yang terbakar meliputi hutan lindung, hutan produksi, taman hutan raya (tahura) dan hutan rakyat. “Milik Tahura 49 hektare, Perhutani 31,5 hektare, dan lahan tebu yang terbakar mencapai 2,8 hektare,” terangnya.

Baca Juga :  Kadishub Mojokerto Ditahan, Kejaksaan Bidik Tersangka Lain

Sebagian besar kebakaran hutan disebabkan faktor kelalaian dan kesengajaan manusia, seperti pendaki yang lupa mematikan api unggun, atau petugas hutan yang sengaja membakar hutannya dengan alasan tertentu. “Hutan jati kalau dibakar akan lebih bagus, atau petugas hutan yang sengaja membakar untuk perawatan cepat.” Tambahnya.

BPBD meminta semua pihak agar , takk membakar apapun di hutan dengan alasan apapun. (sma)