190 anggota Polres Mojokerto dilatih jadi “Penembak Jitu”

Antisipasi Kejahatan dan Salah Tembak

Antisipasi maraknya kejahatan di Mojokerto, ratusan personil polisi dari Polsek dan Polres  Mojokerto latihan menembak di lapangan Tembak Pacing, Bangsal, Jumat (29/09).

AKBP Leonardus Simarmata Kapolres Mojokerto saat memantau anak buahnya latihan mengatakan, tujuan latihan tembak ini untuk peningkatan profesionalitas dan kemahiran menembak serta mengantisipasi kejahatan.

“Sekarang ini ancaman kejahatan semakin tinggi, banyak pelaku kejahatan yang bersenjata tajam, membawa senpi, bahkan bondet, jadi polisi harus meningkatkan kemahirannya dalam menembak.” Ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan, latihan menembak juga bertujuan untuk meminimalisir pelanggaran dan kesalahan prosedur penggunaan senpi, seperti kejadian salah tembak. “Kita perlu menekankan pentingnya SOP dalam membawa dan menggunakan senjata api, semua harus berpedoman pada SOP ini.” Tambahnya.

Baca Juga :  Pemkot Mojokerto digugat Warga 16 Miliar, Soal tanah Cawisan

Latihan menembak 190 anggota polisi ini mengunakan dua jenis senjata, laras pendek untuk menembak jarak 25 meter, dan senjata laras panjang (senapan) untuk menembak jarak 50 meter. “Perwira dan brigadier dari Polres dan 14 Polsek memlngikuti latihan ini, juga mereka yang masuk jajaran pemegang senpi.” Pungkasnya. (fam/udi)