Pengrajin Batik Mojokerto butuh Sentuhan Pemerintah

Sepi, Hari Batik Nasional di Kota Mojokerto

Branding Kota Mojokerto sebagai kota batik perlu dipertanyakan, karena pada peringatan hari batik nasional hari ini, 2 Oktober 2017 ternyata tidak ada event yang meramaikannya, padahal pengrajin batik di Kota Mojokerto mencapai 40 an pengrajin, tujuh diantaranya sudah punya nama besar.

Sofia, pemilik Sofia batik Mojokerto mengatakan, tahun ini tidak ada event dari pemerintah untuk peringatan hari batik nasional. “Kalau tahun lalu ada, tahun ini sepertinya tidak ada event.” Katanya singkat.

Sofia juga mengatakan, selama ini promosi batik Mojokerto banyak tergantung pada pemerintah, melalui pameran atau kegiatan lainnya tapi untuk bersaing dengan daerah lain, batik Mojokerto masih kalah di harganya.

Baca Juga :  Rayakan Ultah ke 45, Bupati Mojokerto Minta Doa Aman Sampai Akhir

“Kalau soal kualitas, sudah tidak diragukan tapi harga batik Mojokerto relatif lebih mahal dibanding darah lain, seperti batik Madura dan Pekalongan karena mereka sudah mamakai teknologi printing.” Terangnya.

Secara bisnis, Batik Mojokerto masih punya peluang cukup besar, tapi masih perlu dukungan pemerintah baik dari segi promosi maupun pembinaan, diantaranya sentuhan desainer Nasional. “Promosi dan pemasarannya memang masih butuh dukungan pemerintah.” Pungkasnya. (sma)