Siswa Drop Out diajak gabung “Yayasan Mojopahit” Mojokerto

Program Kejar paket B dan C

Jumlah warga Kota Mojokerto yang drop out dari sekolah ternyata masih cukup tinggi, setidaknya itu terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti pendidikan kejar paket B dan C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mojopahit, dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto.

Dalam satu angkatan rata-rata ada 90 siswa yang terbagi dalam tiga kelas, mereka dari berbagai kelompok masyarakat mulai dari pedagang kaki lima (PKL), penjual bakso dan pekerja pabrik.

Ganesh Pressiatantra, kasi Pendidikan Non Formal mengatakan saat ini siswa kejar paket B dan C sedang mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS), ada tiga kelas yang masing-masing terisi 30 siswa.

Baca Juga :  Bupati Mojokerto : Ada Unsur Pidana Langsung Proses Hukum

“Kami datang untuk memberi motivasi para siswa, dan kita sangat mengapresiasi karena meskipun sedang bekerja mereka menyempatkan datang untuk mengikuti UTS, bahkan ada yang sambil bawa rombong bakso karena sedang berjualan.” Ungkapnya.

Ganesh juga mengatakan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mojopahit yang menggelar pendidikan kejar paket B dan C dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto sudah menghasilkan banyak lulusan.

“Kita berharap, warga yang drop out dari sekolah bisa bergabung dengan yayasan Mojopahit ini, untuk melanjutkan pendidikan di kejar Paket B atau C, setelah itu bisa melanjutkan ke pendidikan formal.” Pungkasnya. (sma)