Tolak Galian C di Mojokerto, Dua Rumah Warga Diisolasi

Akses jalan ditutup pagar Tembok

Dua rumah warga di Desa Kalikatir, Gondang, Mojokerto yang beranggotakan lima kepala keluarga (KK) terisolir, akses menuju jalan umum ditutup dengan tembok setinggi 1 meter, untuk belanja dan bekerja warga harus jalan kaki melintas lorong kecil disebelah rumah warga yang hanya cukup dilewati satu orang.

Penutupan akses ini diduga dilakukan perangkat desa dan pengusaha galian c, karena pemilik rumah yakni Kaslan dan Samirin menolak adanya galian C didekat rumah mereka.

Informasi yang dihimpun, penembokan akses jalan itu terjadi sejak 7 bulan yang lalu, akibatnya, warga tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan leluasa, seperti untuk belanja, bekerja atau menerima tamu dirumahnya, karena akses tertutup, sepeda motornya pun dititipkan dirumah warga yang ada diluar pagar tembok.

Baca Juga :  Inilho...Water Park Ubalan Mojokerto, siap Diujicoba Gratis

Kasmiati salah satu anggota keluarga yang terisolir mengaku, sejak di tutupnya akses jalan didepan rumahnya, mereka sangat kesulitan melakukan aktifitas sehari-hari. “Kalau belanja atau mau keluar rumah harus melewati lorong dirumah tetangga, lorongnya sangat kecil, hanya bisa dipakai jalan kaki, sepeda aja tidak cukup.” Ungkapnya.

Selain akses jalan ditutup, sejak adanya bangunan tembok itu saluran air juga terganggu. “Untuk kebutuhan sehari-hati terpaksa mengambil dari air sungai, dan kami sebenarnya sudah dilaporkan ke kepolisian bahkan hingga ke Polda sebanyak 4 kali, tapi belum ada respon.” Pungkasnya.(fam/udi)