Hujan Datang, Pemkot Mojokerto baru Lelang Proyek Cegah Banjir

Bangun Rumah Pompa Rp 1,5 M

Pemkot Mojokerto dinilai lamban dalam mengantisipasi potensi genangan air dan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan di wilayahnya, setidaknya respon kurang cepat ini terlihat dari proyek antisipasi banjir yang saat ini baru masuk tahap lelang, padahal hujan sudah mulai turun.

Yadi, warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan mengatakan, di lingkungannya setiap musim hujan selalu terjadi banjir, dan tahun ini warga belum melihat program antisipasi banjir dari Pemkot, seperti pembangunan rumah pompa yang dijanjikan walikota.

“Musim hujan tahun lalu walikota sudah melihat langsung kondisi banjir dilingkungan Meri, katanya akan dibangun rumah pompa yang besar tapi sampai sekarang belum ada realisasi.” Ungkapnya.

Yadi dan beberapa warga lainnya berharap Pemkot segera melakukan antisipasi sebelum musim hujan benar-benar datang. “Harapan kita segera dibangun rumah pompa dan sungai di Meri dinormalkan ” tambahnya.

Baca Juga :  Lolos dari Sanksi Panwaslu Mojokerto, Ning Ita Melenggang

Sementara Agoes Heri Santoso,  Plt Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto mengatakan,  program antisipasi banjir sebenarnya sudah direncanakan secara matang oleh Pemkot, hanya saja pelaksanaan proyeknya ada sedikit keterlambatan.

“Program antisipasi banjir sebagian sudah dikerjakan, seperti  membersihkan saluran-saluran di daerah rawan banjir dan pengadaan 8 pompa portable, tapi untuk proyek pembangunan rumah pompa memang baru masuk tahap lelang.” Terangnya.

Kata Agus, pembangunan tiga rumah pompa ini dianggarkan senilai Rp 1,5 M yang akan dibangun di tiga lokasi, Lingkungan Meri Dukuhan senilai Rp 695 juta, di utara Kali Sadar sebelah timur Jalan By Pass sebesar Rp 317 juta dan rumah pompa di Lingkungan Trenggilis Blooto, Prajurit Kulon Rp 445 juta lebih.(sma)