Penerima PKH Bertambah, Dinsos Mojokerto butuh Pendamping

Dana Bansos Naik 138 Persen

Anggaran bantuan sosial (Bansos) secara nasional tahun depan bakal bertambah 24 triliun atau naik 138 persen, tahun ini anggaran bansos sebesar 17,3 triliun, tahun 2018 naik menjadi 41,3 triliun. Kenaikan ini terkait bertambahnya keluarga penerima manfaat (KPM) dari 6 juta KPM menjadi 10 juta KPM, tersebar di semua daerah di seluruh Indonesia.

Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dikabarkan bakal mendata tambahan kuota penerima PKH tahun 2018. “Kabupaten Mojokero bakal dapat tambahan kuota, tapi berapa angka pastinya kita masih menunggu informasi.” Kata Susi Sri Utami, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Kabupeten Mojokerto.

Susi juga menjelaskan, tahun ini penerima PKH di Kabupaten Mojokerto sebanyak 25.851 KPM tersebar di 18 Kecamatan. “Yang paling banyak kecamatan Dawar Blandong mencapai 2.448 KPM, dari jumlah itu 98 persen sudah mencairkan dana PKh tahap ketiga.” Terangnya.

Baca Juga :  Walikota Mojokerto Diperiksa KPK sejak Pukul 09:40 WIB

Sementara yang belum mencairkan dana PKH sebanyak 2 persen atau 418 KPM, ada yang karena sudah meninggal, pindah alamat, gagal buka rekening kolektif. “Yang gagal ini karena sebagian besar karena nama tidak sesuai, alamat beda atau NIK bermasalah.” Tambahnya.

Susi menjelaskan, dengan bertambahnya kuota penerima PKH pada tahun 2018, saat ini Kemensos membuka rekrutmen pendamping dan operator PKH. “Kalau kuota penerima ditambah, kota butuh tambahan pendamping dan operator PKH.” Katanya.(sma)

Keterangan Foto:

Penyaluran Bantuan Non Tunai PKH di Pendopo Bupati Mojokerto, Prov. Jawa Timur (1/4/2017)