BPBD : 13 Kecamatan di Mojokerto Rawan Bencana

Banjir, Longsor dan Puting Beliung

Memasuki peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memetakan beberapa wilayah rawan bencana, mulai dari bencana banjir, longsor dan angin puting beliung.

Hasil pemetaan BPBD, dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto ada 13 kecamatan yang dinyatakan sebagai kawasan rawan bencana, dan menjadi atensi utama untuk pencegahan dan penanggulangan.

Mohammad Zaini, kepala BPBD mengatakan, pemetaan daerah rawan bencana ini dilakukan untuk mengantisipasi dan penanganan cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) yang disiapkan BPBD.

“Pemetaan ini untuk mendeteksi awal tingkat kerawanan dan jenis bencana berpotensi terjadi, seperti bencana banjir, daerah yang rawan ada di kecamatan Mojoanyar, Puri, Mojosari, Punggung dan Ngoro.” Ungkapnya.

Baca Juga :  Minta Jadi PNS, 356 Perangkat Desa Mojokerto Demo

Selain memetakan potensi bencana banjir, BPBD juga memetakan daerah rawan longsor, seperti di wilayah Jatirejo, Pacet, Gondang, Ngoro dan Trawas. “Mojokerto juga termasuk daerah yang rawan angin puting beliung, seperti di semua wilayah Utara sungai Brantas, juga di wilayah kecamatan Mojoanyar dan Trowulan.” Jelasnya.

Untuk mengantisipasinya, BPBD telah menyiapkan personil TRC yang melibatkan Beberapa OPD teknis lintas bidang, juga TNI, Polri dan relawan. “Kita menyiapkan TRC dan sarana prasarananga, ┬áberupa perlengkapan untuk evakuasi bila terjadi bencana, logistik serta tenda-tenda bila perlu membuat posko maupun tempat pengungsian.” Pungkasnya.(fam/udi)