BPBD : Jembatan Putus di Mojokerto Karena Sampah

Kerugian mencapai Rp 500 Juta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memetakan kejadian jembatan putus di kawasan Ngoro, Mojokerto.

M Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, putusnya jembatan yang menghubungkan dua desa yaitu Ds. Tambakrejo dengan Dsn. Tawangsari Ds. Bandarasri Kec. Ngoro itu diduga karena hujan yang cukup lebat dan sehingga debit air cukup tinggal di Sungai Brantas.

“Awalnya pada Jum’at malam intensitas hujan sangat lebat, sehingga mengakibatkan sungai Brantas banjir dari hulu sungai dan jembatan itu tidak mampu menahan air yang enuh sampah.” Ungkapnya.

Kata M Zaini, jembatan ini dibangun pihak swasta atas nama Wanto yang patungan dengan rekanannya 7 orang yang berasal dari Brebes Jawa Tengah dan tidak ada legalitasnya. “Jembatan ini ada nuansa komersial, yang lewat ditarik Rp 1000, Untungnya tidak ada korban jiwa, Akibat putusnya jembatan kerugian material deliperkirakan mencapai Rp 500 juta.” Terangnya.

Baca Juga :  Melihat Langsung Jembatan Apung, Penghubung Mojokerto - Sidoarjo

Saat ini, BPBD bersama instansi terkait sedang memetakan dan melakukan pendalaman serta Assessment, karena untuk membangun lagi harus ada lelaitas dari pihak terkait. “Masyarakat memang membutuhkan jembatan ini, diupayakan ada bantuan berupa kendaraan air untuk menyebrang kan warga seperti yang ada di Kwatu.” Pungkasnya.(fam/udi)