Semua Warga Kota Mojokerto Didaftarkan Jadi Peserta BPJS

Kota Mojokerto Pertama di Jawa Timur

Kota Mojokerto menjadi Kota pertama di Jawa timur yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk program universal health coverage (UHC), artinya semua warga kota Mojokerto terdaftar di BPJS Kesehatan.

Penandatanganan MOU program UHC ini dilaksanakan Kamis hari ini (30/11), antara Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto dengan Handaryo, Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah Jawa timur.

Kepada suaramojokerto.com Handaryo mengatakan, program UHC ini targetnya 90 persen penduduk daerah tingkat dua terdaftar sebagai peserta JKN, dan kota Mojokerto sudah 98,8 persen yang terdaftar.

“Jawa Timur baru Kota Mojokerto yang sudah masuk program UHC, 98,8 persen terdaftar JKN dan tinggal dua persen saja atau sekitar 3 ribu penduduk nanti yang akan kita sisir.” Ungkapnya.

Sementara Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto mengatakan, kota Mojokerto sudah menerapkan total coverage sejak beberapa tahun lalu, karena undang-undang memerintahkan jaminan kesehatan nasional melalui BPJS ini kita arahkan ke BPJS.

“Dengan berubahnya program total coverage dari Pemkot ke BPJS, masyarakat akan mendapat keuntungan dalam hal layanan kesehatan, kalau sebelumnya layanan gratis itu didapat ketika berobat di Puskesmas dan RSUD Kota atau rujukannya, sekarang bisa dilayani di semua rumah sakit yang kerjasama dengan BPJS di seluruh Indonesia.” Ungkap walikota.

Baca Juga :  Viral, Video Duel Geng Cewek Pelajar Mojokerto

Mas’ud Yunus juga berharap, kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit agar tidak membedakan layanan antar pasien BPJS yang dibayar pemerintah, dengan pasien BPJS maupun non BPJS, karena sebenarnya mereka bukan gratis. “Pasien ini bukan gratis, mereka tetap membayar, hanya saja yang membayar pemerintah.” Tambahnya.

Sementara data yang dihimpun suaramojokerto.com, jumlah warga kota Mojokerto saat ini sebanyak 142.590 jiwa, pada November 2017 tercatat 73,7 persen sebagai peserta JKN atau sebanyak 105.094 jiwa.

Dalam MoU ini, pemkot menambahkan 35.895 warga sebagai peserta BPJS, sehingga total warga Kota Mojokerto yang sudah mencapai 98,8 persen, dan sebagai kota pertama di Jawa timur dengan program UHC – JKN.(sma)