Ada Pujasera “Mbah e Demmit” di Mojokerto

Andalkan Nasi Jagung Sambel Demmit

Slider

Demit identik dengan nama hantu yang serem, tapi di Mojokerto nama yang syetan itu dipakai nama pujasera, yang lokasinya disamping dan belakang Kuburan desa Awang-awang, Mojosari Mojokerto. Tepatnya, di Jalan Hasunuddin, atau jalan menuju ke Pacet, dari pertigaan Mojosari 400 meter, kanan Jalan.

Rosyid Ridho, pemilik Pujasera Mbah e Demmit mengatakan, penamaan serem ini sengaja dipakai hanya sekedar ingin tampil beda. “Tidak ada maksud lain, hanya ingin tampil beda saja, selain itu tempatnya juga disebelah kuburan jadi pas dengan nama Mbah e Demmit.” Terangnya.

Selain memakai nama serem, interior pujasera ini juga dihias berbagai gambar hantu, khusunya di stand lesehan Mbah e Demmit, ada ornamen pocong yang gantung, kuntilanak dan beberapa gambar seru lainnya.

Baca Juga :  Lolos dari Sanksi Panwaslu Mojokerto, Ning Ita Melenggang

“Ini semua hanya seni, temanya saja yang serem tapi selalu kita beri kata-kata lucu, mendidik dan informatif, kalau pengunjung membaca pasti ketawa dan tidak merasa takut, ingat semua mahluk Alloh, jadi harusnya kita hanya takut pada Alloh.” Tambahnya.

Di Pujasera Mbah e Demmit ini tersedia beragam menu dan jajanan nusantara. “Karena konsepnya pujasera jadi pengunjung bisa memilih sesukanya, ada 14 stand berbagai menu bisa dipilih, kalau di lesehan Mbah e Demmit menu andalannya nasi jagung dan sambel Demmit, tapi banyak menu lainnya seperti aneka sambel dan botokan.” Ungkapnya sambil promosi.(sma)