Maraton, KPK Periksa 14 Pejabat + Anggota DPRD Kota Mojokerto

Mulai 11 - 21 Desember 2017 di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai Senin hari ini (11/12) memeriksa saksi-saksi di gedung KPK Jakarta untuk dimintai keterangan terhadap tersangka Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto, diantara yang dipanggil adalah mantan sekkota Mojokerto Mas Agus Nirbito serta Edwin Endra Praja dan Cholid Firdaus anggota DPRD.

Mas Agus Nirbito, mantan Sekkota Mojokerto kepada suaramojokerto.com mengaku diperiksa KPK selama empat jam mulai pukul 10:00 WIB hingga jam 14:00 WIB dengan materi pertanyaan seputar pertemuan di Trawas. “Materi pertanyaannya hampir sama dengan sebelumnya, soal fee proyek dan pertemuan di Trawas.” Katanya.

Mas Agus Nirbito juga mengatakan, selain dirinya ada dua anggota DPRD kota Mojokerto yang diperiksa oleh penyidik pada Senin (11/12) yaitu Edwin Endra Praja anggota DPRD dari Partai Gerindra dan Cholid Firdaus dari PKS.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, KPK juga mengagendakan bakal memeriksa belasan saksi lainnya dari unsur pejabat Pemkot dan anggota DPRD Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Tol Surabaya - Mojokerto siap Beroperasi sebelum Tahun Baru

Selain Edwin dan Cholid, ada tujuh anggota DPRD yang bakal diperiksa KPK secara maraton hingga 21 Desember 2017, mereka diantaranya Febriana Meldyawati dan Suliyat dari PDIP, Djunaidi Malik dari PKB, Yuli Veronica dan Aris Satriyo Budi dari PAN, Sony Basuki dari Partai Golkar, dan Uji Pramono dari Demokrat.

M Efendy, Sekretaris DPRD Kota Mojokerto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan anggota DPRD oleh KPK. “Total ada 9 anggota,jadwal pemeriksaanya hingga 21 Desember, semua surat panggilan sudah kita serahkan ke yang bersangkutan, tapi siapa saja mereka say tidak tahu detail.” Ungkapnya saat dihubungi suaramojokerto.com

Seperti diketahui, bulan Juni lalu KPK melakukan OTT di Mojokerto dengan barang bukti uang Rp 470 Juta, ada uang Rp 150 juta yang sudah dibagikan pada semua anggota dewan dan akhirnya rame-rame mengembalikan, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan empat tersangka dan tambahan tersangka baru, Mas’ud Yunus Walikota Mojokerto.(sma)