Penerima BPNT Kota Mojokerto Tahun 2018 Naik

Dinas Sosial Kota Mojokerto Sosialisasi BPNT

Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Mojokerto tahun 2018 bakal mengalami kenaikan. Selain jumlah penerimanya meningkat, juga ada program tambahan berup bantuan untuk keperluan bahan bakar berupa elpiji.

Sri Mujiwati, Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto mengatakan, Dinsos sudah mengusulkan penambahan penerima BPNT di Kota Mojokerto, dan yang paling banyak pada penerima bantuan yang berasal dari APBD Kota Mojokerto. “Ada kenaikan terutama usulan kuota dari non APBN, ini dilakukan sebagai langkah perlindungan sosial,” jelasnya.

Mujiwati juga mengatakan, jumlah penerima BPNT di Kota Mojokerto tahun 2017 mencapai 4.685 keluarga penerima manfaat, penerima BPNT APBD sebanyak 1.500 yang kemudian diverifikasi menjadi 1.168 keluarga penerima manfaat. “Tahun depan, jumlah itu akan meningkat menjadi 2.000 KPM,” terangnya.

Baca Juga :  Bantuan Sosial di Mojokerto Simpang Siur, Rastra atau Non Tunai

Karena bantuan menggunakan non tunai, otomatis KPM harus membelanjakannya di E-warong, di tahun 2018 nanti jenis barang yang bisa dibeli KPM variannya juga akan ditambah, seperti beras, gula, telor, dan sekarang yang sedang digodok yaitu berupa elpiji bagi warga miskin.
“Bantuan subsidi elpiji ini akan dimasukkan dalam kartu, yang dulu tidak pernah dapat bantuan diusulkan juga dapat bantuan subsidi elpiji ini didalam kartunya, ” tambahnya.

Adanya bantuan pangan non tunai bagi warga miskin ini dinilai lebih efektif memberikan perlindungan sosialbagi warga miskin. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga miskindi Kota Mojokerto mengalami penurunan prosentase, sebelumnya 6 persen tahun ini menurun menjadi sekitar 5,3 persen.(sma/ADV)