Posko Wartawan Mojokerto Peduli Ditutup, Salurkan Rp 49 Juta

Distribusi Bantuan Bencana Peduli Pacitan tahap II

Posko Wartawan Mojokerto Peduli Bencana Pacitan resmi ditutup pada Jum’at lalu, dan Minggu dini hari (17/12) rombongan wartawan Mojokerto ini akan menyalurkan bantuan tahap II ke Pacitan.

Moch Chariris, Koordinator aksi menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya pada semua pihak yang mendukung aksi kemanusiaan ini. “Pada semua sekolah, para donatur, dan semua pihak yang mendukung kami sampaikan terimakasih dan semoga bantuan ini bisa membantu saudara kita korban bencana Pacitan.” Ungkapnya.

Sebelumnya, Wartawan Mojokerto peduli Pacitan sudah mendistribusikan bantuan tahap I pada Kamis (7/12), dana yang terkumpul sebesar Rp 33 Juta, kerena melihat kondisi Pacitan yang cukup memprihatinkan, akhirnya penggalangan dana dilanjutkan.

“Dalam distribusi tahap II ini dana yang terkumpul sebesar Rp 16 juta, dana ini kami fokuskan untuk membantu dan mendukung program pendidikan, seperti alat tulis, sepatu dan tas sekolah bagi siswa SD.” Terangnya.

Dalam penggalangan tahap II, ada beberapa sekolah yang berpartisipasi. Seperti SMK PGRI Sooko, SMAN 1 Puri, SMKN 1 Pungging, SMPN 2 Sooko, MTs Mambaul Ulum dan SMK Bhakti Indo Medika PPMU. Selain itu juga ada donasi dari Driver Gojek Mojokerto, MP Loyalis 2001 yang merupakan suporter PSMP serta masyarakat.

Baca Juga :  Rem Blong di Jalur Cangar - Pacet Mojokerto, Satu Keluarga Terluka

Posko Wartawan Mojokerto Peduli Bencana selama dibuka sudah mengumpulkan donasi sebanyak Rp 49 Juta, dengan rincian tahap I Rp 33 Juta dan tahan II terkumpul Rp 16 Juta. Donasi yang terkumpul dibelikan beberapa barang yang dibutuhkan para korban bencana di Pacitan.

“Kita sudah koordinasi dengan tim bencana di Pacitan mengenai barang dibutuhkan, akhirnya hasil donasi ini kita salurkan dalam bentuk batang, seperti beras, bumbu dapur, susu bayi, popok bayi, bedak bayi, pakaian dalam perempuan, seragam sekolah, ditahap kedua kita fokus pada kebutuhan pendidikan seperti, alat tulis, buku, sepatu sekolah dan tas sekolah.” pungkas Khariris, Koordinator Aksi Wartawan Mojokerto Peduli Bencana.(sma)