24 Pengungsi Masih Bertahan, Banjir Jombang mulai Surut

Terjang 11 Desa di 3 Kecamatan

Banjir yang terjadi di Jombang mulai Selasa malam (19/12) hari ini mulai surut, dari 11 desa yang terendam tinggal 1 desa yang genangan airnya tinggi, yaitu dusun Kebondalem, Kademangan, Kecamatan Mojoagung yang ketinggian airnya hampir 1 meter.

Ahmad Saikhul Jabara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mengatakan banjir di 10 desa sudah mulai surut, kecuali di desa Kademangan, yang paling terdampak. “Sejak pagi tadi air mulai surut, tinggal di dusun Kebondalem, Kademangan ketinggian air masih 40-100 Cm.” Ungkapnya.

Kata Saikhul, untuk 10 desa lainnya yang airnya sudah mulai surut diantaranya Desa Wonoayu, Mancilan, Kedunglumpang, Betek dan Karobelah masuk wilayah Kecamatan Mojoagung. Desa Mojojejer, Gerobogan, Karanglo dan Catakgayam, masuk wilayah Kecamatan Mojowarno serta Desa Tebel di Kecamatan Bareng.

Baca Juga :  Seminggu lagi, Proyek Wisata Ubalan Pacet Mojokerto Harus Selesai

sementara jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian ada sekitar 24 orang masih bertahan di RTH Mojoagung.

Seperti diketahui, sejak Selasa malam (19/12) kali gunting dan dua sungai lainnya meluap dan mengakibatkan 11 desa banjir, yang terparah adalah desa Kademangan, Mojoagung. Banjir yang terjadi di Mojoagung ini terjadi rutin tiap tahun, bahkan tahun ini merupakan kejadian kedua, yang pertama pada akhir Pebruari 2017.(int/sma)