Dijaga Banser, Perayaan Natal di Mojokerto pakai Baju Adat

Perayaan Natal di Mojokerto

Ada yang berbeda dalam Perayaan Natal tahun ini di Gereja Katolik Santo Yosep, yang ada di Jalan Pemuda, Kota Mojokerto. Karena setiap jemaat yang datang mengikuti ibadah malam misa Natal, diwajibkan berpakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari pantauan suaramojokerto.com, tampak 2000 an jemaat yang menggunakan berbagai pakaian adat, mulai baju khas Jawa, Khas Minang, bahkan bergaya ala Papua, semua terlihat menyatu saat ibadah Misa Natal, Minggu malam (24/12).

Romo Agustinus Eko Wiyono, Romo di Gereja Katolik Santo Yosep mengatakan, Tema Natal tahun ini kita memakai tema Damai Sejahtera Nusantara, tujuannya untuk mempersatukan berbagai suku dan mengantisipasi maraknya isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) serta ujaran kebencian di media sosial.

Baca Juga :  Sengketa SDN Kranggan 1, Polresta Mojokerto tetapkan 3 Tersangka

“Tema Kita, Damai Sejahtera Nusantara, ini sebagai pesan panggilan hidup bernegara dan hidup menggereja, dan tidak mudah terpengaruh isu SARA. ” ungkap Romo.

Romo Agustinus juga mengatakan, di Gereja Katolik terkenal dengan slogan “Katolik 100 Persen Indonesia” sehingga dalam Natal kali ini nuansa yang diciptakan adalah nuansa Nusantara.

Serunya nuansa Natal dengan berpakaian Adat Nusantara ini juga terlihat pasca misa Natal, beberapa jemaat yang mengunjungi pusat keramaian dan tempat kuliner menjadi perhatian pengunjung lain, karena mereka tidak seperti biasanya Perayaan Natal dengan berbaju Adat dari berbagai daerah.

Malam Misa Natal di Gereja Katolik Santo Yosep Mojokerto berlangsung aman dan khidmat, hampir 2000 jemaat menjalankan ibadat dengan pengawalan ketat dari kepolisian dan Banser NU.(sma)