Sekolahnya Nyaris roboh, Siswa MI di Pungging Mojokerto Was-was

Minta Kepedulian Kemenag Mojokerto

Sejumlah murid di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum, Desa Purworejo, Pungging, Mojokerto mengaku tidak bisa belajar dengan tenang, karena sekolah mereka atapnya nyaris roboh. Ada tiga ruangan yang atapnya jebol, bahkan satu ruangan sengaja tidak difungsikan karena khawatir ambruk dan makan korban.

Pantauan suaramojokerto.com, kondisi tiga ruangan di MI Bahrul Ulum memang sangat parah, dan atapnya pun nyaris ambruk, diantaranya ruang kelas IV dan ruang UKS, sebagian atapnya jebol dan diberi penyangga berupa bambu-bambu.

Bayu, siswa kelas IV mengaku selalu was-was saat belajar karena takut sewaktu-waktu atapnya ambruk. “Temen-temen semua pada takut kalau tiba-tiba ambruk, apalagi kalau pas hujan angin, jadi tidak bisa konsentrasi belajar.” Ungkapnya.

Baca Juga :  Walikota Mojokerto Diperiksa KPK 6,5 Jam, Dicecar 14 Pertanyaan

Bayu juga mengatakan, setiap terjadi hujan di kelas sering bocor, ada rembesan air yang bercampur rontokan kayu.

Sementara Fathurrahman, Kepala MI Bahrul Ulum Pungging mengaku sudah mengajukan bantuan ke Kemenag, tapi belum ada tanggapan. “Kita juga pernah minta bantuan ke Perusahaan sekitar dan pihak desa, tapi juga belum ditanggapi.” Keluhnya.

Kata Fathurrahman, selain ruang kelas IV dan UKS, ruang perpustakaan juga tidak bisa digunakan sejak dua tahun lalu, karena kondisinya sangat parah.

Pihak sekolah berharap, ada kepedulian dari kemenag dan masyarakat untuk membantu kondisi MI Bahrul Ulum yang sejak berdiri tahun 2005 lalu belum pernah mendapat sentuhan bantuan dari pemerintah.(fam/udi)