Harlis Akui Mundur dari pencalonan PDIP, Sejak Yai Ud Tak Direkom

Bursa Pilwali Mojokerto 2018

Disaat sejumlah partai bakal mengumumkan rekom pasangan calon yang bakal diusung dalam Pilwali Mojokeeto 2018. Harlistyati, Kepala Bappeko yang pernah mendaftar dalam penjaringan Bakal calon wakil walikota melalui PDIP mengaku sudah mundur dari bursa pencalonan PDIP.

Kepada suaramojokerto.com, Harlis mengatakan kalau dirinya mendaftar sebagai bakal calon wakil walikota karena waktu itu diajak gandeng oleh Mas’ud Yunus (MY), pertahana yang mendaftar bakal calon walikota melalui PDIP.

“Sejak diberitahu kalau Pak Mas’ud Yunus tidak direkom PDIP, saya langsung menyatakan mundur dari pencalonan, pernyataan mundur ini juga sudah saya sampaikan ke ketua DPC dan Pak Mindo, Pengurus DPP PDIP.” Terangnya.

Harlis juga mengaku, saat diajak MY keluarganya sangat mendukung, tapi ketika MY tidak direkom dan dirinya ditawari banyak partai politik dan calon lain, keluarganya tidak setuju. “Kalau dengan Yai Ud, suaminya setuju dan semua keluarga mendukung, tapi kalau dengan calon lainnya mereka tidak setuju.” Tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Mojokerto Gerojok Rp 28 Miliar khusus Proyek Dinas Kesehatan

Atas pengunduran dirinya, Harlis menyampaikan terimakasih dan minta maaf pada PDIP. “Secara pribadi saya minta maaf pada semua pengurus dan kader PDIP, semoga di pilkada ini mendapat figur sesuai yang diharapkan partai.” Pungkasnya.

Sebelumnya, Mas’ud Yunus berencana menggandeng Harlis dalam Pilwali Mojokerto 2018, bakal calon yang ukup kuat ini akhirnya tumbang setelah KPK menetapkan Mas’ud Yunus sebagai tersangka, sehingga DPP PDIP tidak bisa memberikan rekom pada Mas’ud Yunus.(sma)