Rehab Masjid Agung Al Fattah Mojokerto Masih Butuh Rp 26 Miliar

Telan Rp 22 Miliar, Progres 50 Persen

Sejak tahun 2015 lalu proyek rehab total Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto masih berlangsung, progres terakhir yang dilaporkan panitia pembangunan sudah mencapai 50 persen dan menelan anggaran Rp 22 miliar lebih.

Untuk menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen Panitia masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 26 miliar dan ditarget rampung pada tahun 2019.

Choirul Anwar, Sekretaris Panitia Rehabilitas Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto mengatakan, total anggaran Rp 22 Miliar yang sudah terserap merupakan bantuan dari Pemkot Rp 15 miliar, Pemprov Rp 1 miliar ditambah dana takmir dan sumbangan dari masyarakat yang mencapai Rp 6,1 miliar.

“Anggaran Rp 22 Miliar itu untuk pembangunan pondasi beton atau catu bumi, penyelesaian mihrab, dan bangunan utama dalam masjid, sekarang tinggal menyelesaikan bagian depan dan menara,” terangnya.

“Kita berharap tahun ini akan mendapat bantuan lagi dari propinsi dan beberapa perusahaan di Mojokerto serta sumbangan dari masyarakat yang selama ini terus mengalir,” terangnya.

Baca Juga :  700 santri di Mojokerto Baca Sholawat hingga 1 miliar

Panitia pembangunan optimis, donasi untuk pembangunan Masjid Agung Al Fattah akan terus mengalir, seiring dengan upaya para panitia, ulama dan tokoh masyarakat di Mojokerto.

“Kita sangat berterima kasih pada masyarakat sudah menyalurkan donasinya untuk pembangunan masjid, dan kita juga akan bersenang hati kalau masyarakat lainnya juga menyalurkan donasi pada kami,” harapnya.

Sementara mengenai progres pembangunan Masjid secara umum sudah mencapai 50%, dengan rincian progres kontruksimencapai 65% sedangkan dari segi arsitektur 35%-45%.

Sementara itu, KH Sholeh Hasan Ketua Takmir Masjid Agung Al Fattah mengatakan, kekurangan anggaran Rp 26 miliar ini diantaranya berharap bantuan kembali dari pemprov, Pemkot dan bantuan dari masyarakat.

“Yang ke Pemprov sudah diajukan proposal ya untuk tahun 2018, nanti tahun 2019 berharap bantuan dari Pemkot lagi, juga bantuan dari beberapa perusahaan yang peduli,” ungkap takmir yang juga ketua PCNU Kota Mojokerto.(sma)