Calo CPNS Mojokerto Mulai Gerilya, Ditemukan di Gedek dan Bangsal

Bupati Tegaskan Tidak Bisa Dipermainkan

Rencana Pemkab Mojokerto merekrut 1000 CPNS mulai dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sudah mendapat laporan adanya calo yang gerilya di kecamatan-kecamatan.

Susantoso, Kepala BKPP Kabupaten Mojokerto mengatakan, hingga Rabu hari ini (24/01) sudah ada tiga laporan yang masuk soal adanya seseorang yang mengaku pegawai BKPP dan siap meloloskan jadi CPNS.

“Orang ini mengaku pegawai BKPP namanya Sri Toto, dia datang ke beberapa kecamatan menawarkan jasa bisa meloloskan dalam rekrutmen CPNS nanti, dia juga meninggalkan no HP,” terangnya.

Kata Susantoso, yang sudah didatangi diantaranya kecamatan Gedek, Bangsal dan Dinas Pertanian, akhirnya mereka konfirmasi ke BKPP, “ya kita jelaskan kalau itu tidak benar dan di BKPP tidak ada yang namanya Sri Toto,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Mojokerto ingin ada Water Park di setiap Kecamatan

Susantoso juga mengaku sudah mengantongi no handphone yang diberikan oknum ini ke beberapa pihak yang bakal dijadikan sasaran, yakni 085285616929.

Sementara Mustofa Kamal Pasa (MKP) Bupati Mojokerto memastikan, dalam rekrutmen CPNS ini Pemkab memberikan standar yang cukup tinggi dan penyelenggaranya juga langsung dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dengan sistem seleksi yang berbasis IT.

“Kita tidak main-main dalam rekrutmen CPNS, dengan memasang standar tinggi harapannya tidak ada permainan dan yang diterima benar-benar yang berkualitas,” tegas MKP.

Seperti diketahui, Tahun ini Pemkab Mojokerto akan merekrut 348 CPNS di berbagai formasi dan CPNS yang akan diterima minimal memiliki IPK 3.00 dan berasal dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau PTS yang akreditasi A.(sma)