Asosiasi PKL Indonesia Ajak Bupati Mojokerto Konsep PKL Sejahtera

Audiensi APKLI Mojokerto bersama Bupati MKP

Kabupaten Mojokerto yang memiliki wilayah yang luas dan banyak titik keramaian, berpotensi menjadi kawasan pengembangan pedagang kaki lima (PKL), untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Hal ini pula yang disampaikan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk Mojokerto saat audiensi dengan Mustofa Kamal Pasa (MKP), Bupati Mojokerto, Selasa (30/01).

Mahroji, ketua APKLI Mojokerto mengatakan, kehadiran asosiasi PKL ini bertujuan untuk melindungi, memberdayakan dan mengembangkan PKL, “kita ingin PKL sejahtera, diantaranya melalui program percepatan penyediaan perumahan bagi PKL dengan menggandeng Bank Artha Graha, pembiayaan atau kredit lunak tanpa agunan,” ungkapnya

Sementara MKP, Bupati Mojokerto berharap kehadiran Asosiasi PKL ini bisa menjembatani dan membina agar terjalin sinergi antara pkL dengan pedagang formal.

Baca Juga :  Penampungan PKL Benpas Mojokerto belum ditempati, Ada Apa ?

“kita berharap APKLI tidak hanya berperan dalam menata PKL dan permodalan, akan tetapi juga berperan dalam memberi edukasi PKL agar lebih maju,” ungkapnya.

Mengenai Industri Perdagangan, MKP juga menyampaikan beberapa langkah yang dilakukan Pemkab Mojokerto, diantaranya pembangunan pasar tradisional Kedung Maling, Sooko yang luas lahannya mencapai 8.200 meter persegi.

“Pasar yang lama kondisinya sangat padat dan kumuh, dibangunkan yang baru dengan anggaran lebih dari 20 miliar harapannya menjadi pasar yang ramai, secara ekonomi akan berjalan 24 jam,” terangnya.

Audiensi APKLI Mojokerto dengan Bupati ini juga didampingi Kepala Disperindag yang bertugas untuk melakukan pembinaan PKL di seluruh wilayah kabupaten Mojokerto.(sma/ADV)