Mengapa di Mojokerto Marak Peredaran Narkoba, ini Kata Kepala BNNK

Budaya Hura-Hura dan Ingin Cepat Kaya

Kota Mojokerto yang hanya tiga kecamatan dengan luas wilayah 16,5 km2 ternyata menyimpan segudang masalah termasuk masalah peredaran narkoba.

BNN Kota Mojokerto mengatakan Kota Mojokerto sudah menjadi daerah dengan predikat darurat narkoba. Padahal, salah satu program Pemkot Mojokerto adalah menciptakan Kota Mojokerto Bersih Narkoba.

Pertanyaannya, Mengapa di Kota Mojokerto marak peredaran Narkoba ?

AKBP Suharsi, Kepala BNN Kota Mojokerto mengatakan, ada beberapa hal yang membuat kota kecil ini menjadi sarang Narkoba.

1. Sangat padat penduduk, sehingga berpotensi pada anak yang tumbuh dilingkungan yang pergaulannya kurang sehat, seperti berbau premanisme.

2. Kota Mojokerto dekat dengan Surabaya, ini menjadikan Kota Mojokerto sebagai tempat strategis untuk menyangga Surabaya dalam peredaran narkoba.

3. Pengaruh gaya hidup, ini adalah sesuatu yang paling bahaya, karena budaya anak muda yang suka hura-hura (hedonisme) dan ingin cepat kaya, sehingga mengambil jalur pintas seperti menjadi kurir maupun pengedar Narkoba.

Baca Juga :  Banyak Tempat Pesta Miras di Mojokerto

4. Masih minimnya kesadaran baik dari pihak sekolah maupun orang tua yang melapor ke BNN apabila ada siswa atau keluarganya yang punya masalah narkoba, sehingga tidak ada penanganan segera dan solutip.

AKBP Suharsi juga menyampaikan, ada beberapa hal yang harus dilakukan para orang tua agar anaknya terhindar dari narkoba.

1. Menjalin komunikasi yg hangat dg anak (jadi tempat curhat).
2. Bersikap lembut tapi tegas.
3. Menanamkan gaya hidup yang sehat (health lifestyle).
4. Menanamkan nilai religy.

Suharsi berpesan, mulai sekarang ayo kita stop peredaran narkoba disekitar kita, karena akan merusak masa depan dan merusak kebahagian keluarga.(sma)