Cium Kecurangan, Disparpora Mojokerto Rombak Penjaga Tiket Wisata

Penertiban Wisata di Mojokerto

Disparpora Kabupaten Mojokerto sudah mencium adanya kerawanan permainan tiket masuk lokasi wisata di wilayah Kabupaten Mojokerto. Karena masih memakai model tiket karcis yang mudah dipermainkan.

Djoko Widjayanto kepala Disparpora kepada suaramojokerto.com mengakui kalau tiket masuk wisata rawan dipermainkan bahkan rawan dipalsu oleh karena itu pihaknya melakukan evaluasi total petugas wisata khusunya penjaga tiket masuk.

“Semua penjaga tiket di 13 tempat wisata sudah kita rombak, perombakan ini sudah dimulai sejak tahun lalu bahkan ada yang terpaksa kita parkir (ditarik ke kantor). dan ternyata dampaknya sangat besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD),” ungkapnya.

Djoko mencontohkan, target PAD wisata yang mencapai Rp 8 miliar terealisasi Rp 8,9 miliar dan tahun ini dinaikkan lagi Rp 2 miliar. “Kita akan terus evaluasi petugas wisata, dan menertibkan petugas wisata yang nakal,” tambahnya.

Baca Juga :  Proyek Bendungan Rp 336 M di Mojokerto Didemo Ratusan Warga

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Modus permainan tiket masuk ini beragam, mulai dari pengunjung tidak diberi tiket, atau tiket tidak disobek dan dijual lagi, atau bahkan bisa jadi muncul pemalsuan tiket.

Seperti diketahui, sejak tahun 2017 Disparpora melakukan penertiban petugas tiket di tempat-tempat wisata termasuk wisata air panas Pacet hingga sempat muncul sabotase. Disparpora juga merencanakan perubahan sistem E-ticket dan sudah membeli mesinnya tapi masih belum diterapkan karena terkendala SDM.

Sementara beberapa waktu lalu, ada oknum LSM dan Jaksa Kejaksaan tinggi yang mendatangi Loket wisata Religy Jolotundo Trawas, mereka mensinyalir adanya pemalsuan tiket tapi ujung-ujungnya melakukan pemerasan dengan ancaman dan diringkus Tim Saber pungli. Terkait ada tidaknya pemalsuan tiket masih ditelusuri Disparpora.(sma)