Mentri ESDM Resmikan 10.101 SR Jaringan Gas Murah di Mojokerto

Gas Bumi Lebih Aman dibanding LPG

Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) sebanyak 10.101 Sambungan Rumah (SR) di Mojokerto sudah selesai 100 persen dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan secara langsung sambungan Jargas untuk rumah tangga di Mojokerto, Jum’at (09/02) di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Menurut Jonan, Proyek pembangunan Jargas dimulai pada tahun 2009 dengan menggunakan dana APBN, sampai tahun 2017 sudah terbangun sebanyak 235.925 SR di 31 Kabupaten/kota di 15 Provinsi di Indonesia.

“Khusus di Mojokerto anggaran pembangunannya mencapai Rp 86 miliar, untuk membangun 10.101 SR dengan rincian di Kota Mojokerto 5000 SR, di kabupaten 5.101 SR,” jelasnya.

Jonan juga mengatakan, Proyek jargas di Kota Mojokerto dikerjakan oleh PT PGN (Persero) Tbk dengan pekerjaan membangun 5000 SR yang tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon, meliputi Kelurahan Mentikan, Kauman, Miji, Prajurit Kulon dan Surodinawan. “Gas buminya dipasok dari Husky CNOOC Madura Limited dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD,” tambahnya.

Baca Juga :  Sumur Warga Mojokerto Tercemar BBM, Dinas ESDM : Tak Ada Sumber Minyak

Sedaangkan untuk wilayah kabupaten Mojokerto, Kementerian ESDM menugaskan PT Pertamina dan anak usahanya untuk membangun jargas sebanyak 5.101 SR di wilayah Kecamatan Ngoro. “Pasokan gasnya berasal dari Kangean Energi Indonesia dengan alokasi sebesar 0,25 MMSCFD,” jelasnya.

Dengan beroperasinya sambungan gas bumi untuk rumah tangga ini, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan energi yang hemat, aman dan nyaman, karena gas bumi jauh lebih aman dari gas LPG.

Peresmian jargas untuk rumah tangga di Mojokerto oleh menteri ESDM ini, juga dihadiri Dirjen Migas, Ego Syahrial, beberapa pejabat PGN, Petamina, Walikota Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto.(zac)