Banyak Orang “Kecil” Jadi Pengedar Sabu di Mojokerto, ternyata ini Alasannya

Ingin Cepat Kaya dan Suka Hura-Hura

Akhir-akhir ini banyak anak muda dan masyarakat “miskin” sudah bermain-main dengan Narkoba jenis sabu, padahal dua tiga tahun ke belakang narkoba jenis ini adalah mainan orang kaya.

“Memang sekarang yang lagi trend adalah sabu-sabu, saya tidak tahu kenapa, padahal secara pemakaiannya juga ribet,” ungkap AKBP Suharsi, Kepala BNN Kota Mojokerto.

Suharsi juga mengatakan, berdasarkan analisa BNN Kota Mojokerto ada beberapa penyebab mengapa sekarang peredaran narkoba marak di Mojokerto dan menyerang anak-anak muda dan kalangan masyarakat bawah. Diantaranya karena anak muda sekarang suka hura-hura dan ingin cepat kaya.

“Generasi muda sekarang sukanya hura-hura (hedone), mereka juga ingin cepat kaya dengan cara instan sehingga mudah terpengaruh ketika ditawari jadi kurir atau pengedar,” terangnya.

Baca Juga :  Ada LC dan Pelajar SMP di Mojokerto positif Narkoba

Dan yang perlu dicatat, Mojokerto ini sangat dekat dengan Surabaya sehingga dijadikan daerah penyangga peredaran narkoba bagi para pengedar di Surabaya. “Di Mojokerto sering pengedar ditangkap ternyata jaringan Surabaya atau barangnya dari Surabaya,” tambahnya.

Solusinya, memang semua pihak harus menyatakan pernah dlterhadap narkoba, baik aparat penegak hukum, tokoh masyarakat dan para orang tua. “Semua pihak harus menyatakan perang terhadap narkoba sesuai kapasitas masing-masing, misalnya orang tua, harus mengawasi pergaulan anaknya dan kalau tahu anaknya memakai narkoba segera lapor ke BNNK agar bisa direhabilitasi,” pungkasnya.(sma)