Bupati Mojokerto Ajak Warga Lestarikan Gotong Royong

Penerimaan Tim Penilai Lomba Gotong Royong Jatim 2018

Desa Ketapanrame, Trawas,Mojokerto dinyatakan lolos administrasi (masuk dalam 4 besar) Lomba Pelaksana Gotong Royong Terbaik Jawa Timur 2018. Hal ini disampaikan tim penilai lomba saat presentasi serta penilaian lapangan, Senin (9/4). Rombongan tim penilai ditema langsung Bupati Mojokerto.

Mustofa Kamal Pasa (MKP), Bupati Mojokerto mengatakan bahwa gotong royong dan rasa kekeluargaan masih sangat bisa ditemui di Kabupaten Mojokerto. Hal ini bisa dilihat dari contoh kecil yakni kekompakan masyarakatnya dalam pembangunan. “Di Kabupaten Mojokerto, masih bisa kita jumpai warga masyarakat yang saling gotong royong dan bahu membahu membangun rumah tinggal, ini harus dilestarikan,” ungkapnya.

Kata Bupati, begitu juga dengan pembangunan infrastruktur, semua terlaksana karena dukungan masyarakat dan harmoni. Adat dan toleransi juga masih kami junjung disini. “Intinya hakikat gotong royong menjadi sumber kekuatan dalam pembangunan kami,” papar bupati.

Sementaran Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kelembagaan selaku pimpinan rombongan, Rusmiati, dalam sambutannya juga memuji lembaga pemberdayaan masyarakat seperti PKK dalam hal ini.

“Lembaga masyarakat seperti PKK memiliki andil luar biasa. Saya yakin, lembaga-lembaga ini tidak hanya dilibatkan dalam perencanaan, namun turut serta dalam pelaksanaanya. Nilai-nilai gotong royong di kota metropolis tidak sekuat di daerah. Maka penilaian untuk kabupaten kita sendirikan,” kata Rusmiati.

Usai penerimaaan, rombongan tim penilai terjun langsung melakukan penilaian lapangan ke lokasi. Penilaian dilakukan selama dua hari (9-10 April), yakni di Balai Desa Ketapanrame pada hari pertama dan tiga dusun (Sukorame, Slepi dan Ketapanrame) pada hari ke dua.(sma/ADV)