Proyek GMSC Mojokerto Siap Dilanjutkan, Dua Lainnya Masih Buram

Dinas PUPR Petakan Keterlambatan Lelang Proyek

Macetnya lelang sejumlah proyek di Kota Mojokerto terus menjadi atensi para pejabat Pemkot Mojokerto yang baru dilantik walikota dua pekan lalu. Salah satunya Dinas PUPR yang mengemban sekitar 70 persen proyek di Kota Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Dinas PUPR Kota Mojokerto mulai menyorong beberapa lelang proyek prestisius, seperti kelanjutan proyek GMSC sebesar Rp 7,7 miliar, proyek Kecamatan Kranggan sebesar Rp 7 miliar dan proyek Gedung Pendidikan (pengganti PENS) sebesar Rp 12,7 miliar.

Mashudi, Kepala Dinas PUPR Kota Mojokerto mengatakan, tiga proyek prestisius ini sudah dalam proses ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Bahkan proyek GMSC (Graha Mojokerto Service City) berkasnya sudah selesai dan siap dilelang di LPSE.

Baca Juga :  Habiskan Rp 50 miliar, Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto Belum Beres

“Untuk GMSC, berkasnya sudah selesai dan tinggal dilelang secara online, sedangkan dua proyek lainnya, proyek kantor kecamatan Kranggan dan gedung Pendidikan di Pulorejo masih persetujuan Leggal Opinion (LO) dari Kejaksaan, karena berkasnya masih diperiksa,” ungkapnya.

Mashudi juga mengatakan, selain melakukan percepatan lelang pada tiga proyek ini, Dinas PUPR juga melakukan pendataan beberapa proyek yang sudah mengalami keterlambatan pelelangan, agar bisa dipercepat dan tidak mengganggu pelaksanaan dan penyerapan anggaran.(sma)

Baca juga :