Terasa ada Mutiara Seniman yang Hilang di Mojokerto

Ajak Kampanye Budaya Ludruk

Andy (lengan panjang) calon walikota Mojokerto bersama Cak Edy Karya

Meninggalnya Ibu Kamsiyah, pendiri ludruk Karya Budaya Mojokerto di usia 85 tahun pada Minggu (29/04) membuat beberapa seniman budaya di Mojokerto merasa kehilangan. Diantaranya Cak Memet Karya seniman TVRI Surabaya dan Andi Soebjakto, pemerhati seniman asal Mojokerto.

Andi yang juga calon walikota Mojokerto datang ke rumah duka untuk menyampaikan langsung rasa kehilangannya pada sang tokoh budaya sekaligus pendiri ludruk Karya Budaya, yang sekarang dipimpin Eko Edy Susanto yang dikenal Edy Karya.

“Kita merasa sangat kehilangan tokoh seniman budaya, terasa ada mutiara seniman yang hilang di Mojokerto ini, semoga pak Edy terus berjuang untuk melahirkan seniman-seniman baru sebagai wujud meneruskan perjuangan beliau,” ungkap Andy, yang juga paslon walikota nomor urut 2.

Baca Juga :  Mojokerto Gudang Perupa Nasional, Pemerintah Harus Beri Apresiasi

Hal senada juga disampaikan Cak Memed Karya, seniman TVRI Surabaya, yang menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya ibu Kamsiyah, ibunda dari Cak Edy Karya, “Saya mencintai keluarga budaya ini, karena mulai dari sang bapak dan sang ibu semua pelestari budaya, saya jadi seperti ini juga berkat didikan Cak Edy, putra almarhumah,” ujar Memet, yang sering tampil mengisi acara di TVRI Surabaya.(sma)