Ribuan Buruh Mojokerto Protes Kenaikan UMK hanya 8 Persen

Peringati May Day di Grahadi Surabaya

Ribuan buruh di Mojokerto rame-rame berangkat ke gedung Grahadi di Surabaya untuk memperingati hari buruh (mayday) Selasa (01/05). Mereka yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) ini mengusung beberapa tuntutan, diantaranya memprotes kenaikan UMK Kabupaten Mojokerto yang hanya naik 8 persen.

Dari pantauan suaramojokerto.com, di ribuan buruh membawa bendera dan poster-poster yang berisi berbagai tuntutan, seperti penolakan tenaga kerja asing (TKA), Cabut Pilpres 20 tahun 2012 serta memprotes kenaikan BBM, sembako dan listrik. Beberapa buruh juga membawa bener kecil yang bergambar salah satu paslon Pilgub Jatim.

Eka Herawati, Sekretaris PC SPAI FSPMI Kabupaten Mojokerto mengatakan, secara nasional aksi May Day kali ini memang menolak TKA dan Cabut Pilpres 20 tahun 2012 dan soal kenaikan BBM, Sembako dan listrik namun pihaknya juga mengkritisi UMK di Kabupaten Mojokerto. “UMK Kabupaten Mojokerto yang hanya naik 8 persen setiap tahunnya ini telah memiskinkan kaum buruh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ngotot Minta UMK Rp 3,9 Juta, Buruh di Mojokerto Demo

Disinggung soal banner Paslon Pilgub Jatim yang dibawa dalam aksi May Day ini, kata Eka Herawati, pihaknya memang mendukung salah satu paslon, yakni Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti). “Karena Gus Ipul-Puti bersedia membuat kontrak politik tuntutan buruh,” pungkasnya.(sma)