Yai Ud Ditahan KPK, Innalillahi atau Alhamdulillah ?.. Ini kata Sang Kyai

Kabar tentang KH Mas’ud Yunus Walikota Mojokerto ditahan oleh KPK langsung menjadi viral di media sosial, termasuk di kalangan kiyai di Mojokerto.

Di akun resmi facebook Suara Mojokerto dan WhatsApp ribuan komentar yang masuk, sebagian besar menyampaikan rasa kasihan untuk Mas’ud Yunus, mengingat Walikota Mojokerto ini sudah tua dengan usia 66 tahun.

Namun ada juga yang komentar dengan menggunakan Bahasa Arab. Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un, Astaghfirullah, ada yang Alhamdulillah, ada juga yang menyebut Subhanallah.

Sebenarnya ungkapan apa yang tepat ketika tepat ketika mendengar kabar Mas’ud Yunus ditahan KPK ?

KH Dr Wahib Wahab, yang biasa dipanggil Gus Wahib, pencetus majelis “Suluk lan Ngusi Ilmu” yang bertempat di Karang Lo, Kota Mojokerto mengatakan, ungkapan itu sangat bergantung pada perasaan seseorang. Kalau mendengar kabar baik, sebagian besar masyarakat mengucapkan “Alhamdulillah”, yang identik dengan rasa syukur kepada Allah SWT.

Baca Juga :  KPK Periksa 67 Pejabat Pemkot dan Swasta untuk Saksi Walikota Mojokerto

Kalau mendengar musibah, kita dianjurkan mengucapkan Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un, yang artinya semua ini milik Allah dan akan kembali kepadaNYA. Inna lillahi ini juga sering diucapkan ketika ada orang yang meninggal dunia.

Kalau melakukan kesalahan, atau ada kabar buruk, sebagian mengucapkan Astaghfirullah, yang identik dengan mohon ampunan. “Kalau Subhanallah itu diucapkan ketika melihat atau mendengar atau merasakan keajaiban Tuhan, jadi kita memujiNYA,” ungkapnya.

Menurut Gus Wahib, yang juga dekat dekat Yai Ud,secara pribadi begitu mendengar Yai Ud ditahan KPK, hanya bisa berkata semoga diberi kesabaran yang lebih. “Saya mengucapkan Sobran Jamiila, yang artinya semoga beliau diberi kesabaran yang benar-benar sabar, dan sabar itu indah,” katanya.(sma)