Sholawat Selimut Manjur Obati Stroke, Ini Cerita KH Khusen Ilyas

Ngaji Bareng Gus Khusen

Sholawat Al Burdah dikenal dengan istilah “sholawat selimut” karena burdah dalam bahasa arab artinya jubah atau selimut, tapi dibalik sebutan itu ternyata ada sebuah kisah yang menghubungkan antara Rasulullah SAW dengan “selimut sakti”.

Cerita ini aku dapat dengan tanpa sengaja, ketika menghadiri pengajian di sebuah pondok yang kecil, bangunannya juga sangat sederhana, atapnya belum diplafon dan terlihat rangka bambu yang agak rapuh.

Pengajian kecil ini diikuti tidak lebih dari 30 jamaah yang dipimpin santri pondok, karena sang Kiyai pengasuh pondok sedang mengalami sakit stroke.

Ada yang mengejutkan dalam pengajian ini, yaitu kedatangan KH Khusen Ilyas alias Gus Khusen secara tiba-tiba dan menyampaikan ceramah singkatnya.

Sebelum mulai bercaramah, Gus Khusen mengajak jamaah bersalawat Al Burdah. Ini cuplikannya :
Maulaaya sholli wasallim
Daaiman abadaa
‘Alaa habiibika khoiril
Kholqi kullihimi, dst

Setelah selesai berholawat Al Burdah, Gus Khusen menjelaskan kalau sholawat Al Burdah ini disebut sholawat Selimut dan manjur digunakan untuk mengobati orang sakit lumpuh (stroke).

Mengapa disebut Sholawat selimut dan mengapa manjur untuk mengobati orang stroke ? Gus Khusen pun mulai bercerita dengan gaya khasnya, singkat, padat, jelas dan mudah dipahami.

“Dulu, ada seorang ulama besar bernama Imam Ahmad Al Busyiri, seorang ulama yang sangat cinta kepada Rosulullah, hingga membuat pujian-pujian yang puitis dengan sentuhan sastra Arab yang indah, Al Busyiri berharap agar bisa bertemu dan mendapat syafaat kanjeng Nabi,” ujar Gus Khusen.

Hingga suatu saat, Imam Al Busyiri mengalami sakit lumpuh selama tiga tahun. “Meskipun lumpuh, Imam Al Busyiri selalu sabar dan tidak pernah mengeluh serta tetap istiqomah membuat pujian-pujian kepada Nabi hingga tercipta 120 larik (baris) dan dibacanya setiap hari dan setiap waktu,” terangnya.

Baca Juga :  Rahasia 3 Kalimat, Mengapa Tidak Lebih Jauh, Lebih Baik dan Semuanya

Makanya, kata Gus Khusen, ada istilah “Sabar itu Indah, Istiqomah itu Mulya”, ini bagian yang tercermin dalam sosok Imam Al Busyiri yang selalu sabar ketika diberi sakit lumpuh dan tetap Istiqomah bersholawat untuk Rasulullah SAW.

Mimpi bertemu Kanjeng Nabi.

Kesabaran dan Istiqomah Imam Al Busyiri dalam bersholawat ternyata berbuah sangat manis, pada suatu hari datanglah Rasulullah dalam mimpinya. Rasul dengan memakai surban dan jubah mewah berwarna putih dan berbulu datang nyambangi (menjenguk) Imam Al Busyiri.

Rasulullah datang untuk memberikan jubahnya yang mewah sebagai hadiah untuk Imam Al Busyiri, “ketika jubah itu akan diterima oleh Al Busyiri, Rasul melarangnya menerima, tapi justru meyelimutkan jubah itu ke tubuh Al Busyiri,” cerita Gus Khusen.

Lantas Rasulullah meminta Imam Al Busyiri bangun dari tidurnya dan melompat dari tempat tidur. Imam Al busyiri pun sembuh dari lumpuh yang sudah diderita selama tiga tahun. “Karena mimpi bertemu Rasulullah dan diberi hadiah jubah yang diselimutkan langsung oleh Rasulullah itulah, sholawat karya imam Al Busyiri ini dikenal dengan Sholawat Al Burdah atau Sholawat Selimut,dan sering dipakai untuk mendoakan orang yang sedang sakit lumpuh,” cerita Gus Khusen dalam ceramah singkatnya.

Gus Khusen juga mengajak semua jama’ah untuk selalu bersholawat kepada Rasulullah SAW. “Kalau ada keluarga yang mengalami sakit lumpuh, dibacakan saja sholawat Al Burdah sebanyak-banyaknya, kalau belum sembuh juga ya harus sabar dan Istiqomah seperti Imam Al Busyiri.. hehe..” pungkas Gus Khusen dengan ketawa khasnya.

Referensi :
Nama lengkap Imam Ahmad Al Busyiri adalah Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri, dikenal sebagai pencipta Qosidah dengan Shalawat Al Burdahnya.

(Sayma Aslah)