Melihat Langsung Jembatan Apung, Penghubung Mojokerto – Sidoarjo

jembatan Penghubung Sidoarjo - Mojokerto

Namanya jembatan apung, jadi jembatan ini mengapung diatas sungai Brantas dan menghubungkan wilayah Sidoarjo dan Mojokerto. Tepatnya Desa Tambak Rejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo dengan Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Jembatan apung panjangnya mencapai 170 meter, terbuat dari dari kayu Mahoni yang ditata apik dan dibawahnya ada 180 drum yang dipasang berjajar. Untuk pengamaannya, di kanan kirinya juga dipasang pagar pengaman.

Wasjid, warga sekitar yang mengelola jembatan apung mengatakan, jembatan apung dibangun oleh perseorangan dari pihak swasta dengan menghabiskan anggaran Rp 250 juta. “Jembatan ini baru dibuka sejak 12 hari lalu, dan dibuka 24 jam,” ungkapnya.

Baca Juga :  BPBD : Jembatan Putus di Mojokerto Karena Sampah

Kata Wasjid, dulu kalau mau menyebrang harus memakai perahu atau memutar sangat jauh. Dengan adanya jembatan apung masyarakat bisa langsung melintasi dengan mudah dan dekat. “Setiap warga yang melintas dikenai tarif Rp 4 ribu, namun bagi warga miskin semua gratis dan boleh melintas kapanpun,” terangnya

Sementara di bulan suci ramadhan ini, Jembatan Apung penghubung Sidoarjo – Mojokerto ini menjadi tempat favorit remaja untuk ngabuburit, mereka asyik berfoto selfy diatas jembatan dengan pemandangan nan indah.(sma)