Ternyata Seperti ini, Skenario Bos Warna-warni Bakar Toserbanya di Mojokerto

Kerahkan Tim Spesialis Pembakar

Polres Mojokerto Kota akhirnya berhasil mengungkap rencana jahat pemilik Toserba Warna-warni Mojokerto yang sengaja membakar tempat usahanya demi mendapat klem asuransi Rp 20 miliar.

Hasil penyelidikan pihak kepolisian, rencana pembakaran toserba ini dirancang cukup matang sejak 11 hari sebelumnya, yakni 3 Juni 2018. Pembakarannya dilakukan 14 Juni 2018 setelah Toko tiga lantai itu tutup libur lebaran.

Berikut kronologis dan skenario jahat yang dilakukan para tersangka, berdasarkan keterangan dari AKBP Sigit Dany Setiyono Kapolres Mojokerto Kota.

– Tanggal 3 Juni 2018

David Gunawan (49) Pemilik toko berkomunikasi dengan tersangka S (Santoso)  untuk melakukan pembakaran dengan motif ingin mendapatkan klaim asuransi.

Lantas S menghubungi W (DPO) dan W menghubungi Djupri yang bekerja sebagai petugas PLN, rencananya memakai modus konsleting listrik.

– Tanggal 6 Juni 2018

Pelaku S berkomunikasi dengan W untuk mencari orang yang melakukan eksekusi pembakaran.

– Tanggal 7 Juni 2018.

Pelaku W menghubungi Djupri (DJ) untuk membahas rencana pembakaran.

– Tanggal 8 Juni 2018.

DJ mendatangi EP (Eko Purnomo) dan menyatakan setuju

Baca Juga :  Suruh Membakar, Pemilik Toserba Warna-Warni Mojokerto Diringkus

– Tanggal 13 Juni 2018

Para pelaku yakni S, DJ dan EP datang di Bandara Juanda Sidoarjo dan dijemput sopir pemilik toko. Para pelaku ditunggu pelaku W di Mojokerto untuk melakukan aksi pembakaran.

– Masih Tanggal 13 Juni, sekitar pukul 14:00 WIB, mereka bertemu dengan David pemilik toko untuk menyerahkan kunci toko, kunci mobil dan BPKB. Para pelaku kemudian observasi di lokasi, membeli alat yang digunakan untuk membakar yakni bensin dan lainnya.

Rencananya mereka akan membakar dengan cara konsleting listrik, namun karena instalasinya tertanam hal itu akan mudah ketahuan. Sehingga mereka membuat rangkaian obat nyamuk, bensin dan sumbu petasan.

Mereka nekat melakukan aksinya karena bakal mendapat imbalan yang cukup besar, yakni uang Rp 75 juta, mobil dan 10 persen klem asuransi. Setelah melakukan aksinya mereka berusaha kabur. Namun akhirnya satu pelaku berhasil diringkus polisi saat di stasiun KA Mojokerto hingga akhirnya kasus ini berhasil dibongkar.(fam/udi)