Model Zonasi, SMPN Pinggiran di Mojokerto Kurang 468 Siswa

Buka PPDB II 10-13 Juli 2018

Meski Zonasi PPDB SMPN di Kabupaten Mojokerto sudah dirubah, namun hingga kini ada 11 lembaga sekolah di Mojokerto masih kekurangan 468 siswa. Untuk memenuhinya sekolah terpaksa membuka PPDB tahap ke II.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, 11 SMPN yang kekurangan siswa ini sebagian besar berada di kawasan pinggiran, seperti SMPN 1 Kutorejo kekurangan 106 siswa, SMPN 2 Trawas kurang 77 siswa dan SMPN 2 Pacet kekurangan 76 siswa.

Siti Marfuah, panitia PPDB SMPN 2 Trawas mengatakan, rendahnya pendaftar ini terjadi sejak diberlakukannya sistem zonasi, karena lokasi SMPN Trawas berada di kawasan perbatasan dengan Pasuruan, yang selama ini banyak mendaftar. “Kalau model zonasi, banyak siswa dari Pasuruan yang tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Marfuah juga menjelaskan jumlah pagi di SMPN 2 Trawas sebanyak 4 rombongan belajar atau 128 siswa, namun dalam PPDB tahap I hanya mendapat 51 siswa. “Masih kurang 77 siswa, dan sekarang PPDB tahap II masih dapat 10 siswa, jadi masih kurang 67 siswa lagi,” tambahnya.

Baca Juga :  Tak Perlu Legalisir KK dan Akte di PPDB Online SMPN Kota Mojokerto

Sementara data yang dihimpun suaramojokerto.com, total kekurangan siswa di 11 SMPN di Mojokerto mencapai 468 siswa, diantaranya, SMPN 1 Kutorejo (106 siswa) dan SMPN 3 Kutorejo (51 siswa), SMPN 2 Pacet (76 siswa), SMPN 2 Trawas (77 siswa), SMPN 2 Gondang (17 siswa), SMPN 3 Gondang (37 siswa), SMPN 2 Mojoanyar (43 siswa), SMPN 2 Dawar Blandong (22 siswa), SMPN 1 Trowulan (2 siswa), SMPN satu atap Kunjorowesi (14 siswa), SMPN satu atap Manting (23 siswa).
Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto membuka PPDB tahap kedua pada 10 – 13 Juli 2018.(fam/udi)