Melihat Dari Dekat, Uniknya Masjid Majapahit di Trowulan Mojokerto

Ornamen Unik, Banyak Jamaah Selfy

Masjid Darul Muttaqin, yang berada di Dusun/Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan Mojokerto sekarang dikenal dengan sebutan Masjid Majapahit. Karena masjid ini didesain unik dan berornamen Majapahitan.

Masjid yang berada di pinggir jalan Nasional dafi Trowulan arah ke Surabaya ini sangat mudah dijumpai dan sering digunakan masyarakat pengguna jalan untuk singgah beristirahat dan menjalankan sholat saat di perjalanan.

Dari pantauan suaramojokerto.com, bangunan masjid Majapahit ini memang unik dan fotogenik, serta dipenuhi ornamen-ornamen khas kerajaan Majapahit. Mulai dari ukiran di pintu, fentilasi hingga mihrab atau imaman masjid semuanya bernuansa Majapahitan.

Suwaji, penjaga Masjid Darul Muttaqin mengatakan, masjid ini memang dibangun oleh warga dengan didesain nuansa Majapahitan, karena lokasinya berada di Trowulan yang dikenal sebagai pusat kerajaan Majapahit. “Pembangunannya mulai tahun 2009 lalu, tiga atau empat tahun selesai setelah itu baru ditempati. Kalau soal desain Majapahitan ini memang inisiatif dari masyarakat,” ungkapnya.

Suwaji juga mengatakan, ciri khas Majapahitan ini terlihat dari ornamen fentilasi masjid yang berbentuk surya Majapahit. Lambang ini sengaja dipasang karena identik dengan peninggalan sejarah Majapahit dan banyak ditemukan pada barang-barang kuno yang ditemukan masyarakat.

Baca Juga :  Ingin Adopsi Nuansa Raudhah, Masjid Agung Al Fattah Mojokerto Impor Batu Marmer

Lambang berbentuk Matahari bersudut delapan dengan bagian lingkaran di tengah menampilkan dewa-dewa Hindu ini diperkirakan oleh para arkeolog sebagai lambang Kerajaan Majapahit.

Sementara di bagian dinding, terlihat jelas kalau masjid Majapahit ini berdinding batu-bata dicat warna merah yang juga menjadi ciri khas bangunan di zaman dahulu kala.

Sekedar informasi, Masjid Darul Muttaqin yang berada sebelah timurnya SPBU Jatipasar ini, dulu merupakan bangunan masjid kecil dan tidak memiliki halaman luas. Masyarakat secara bertahap membangun masjid yang cukup besar dibagikan belakang dengan konsep Majapahitan.

Setelah banguan masjid baru yang bernuansa Majapahitan selesai, bangunan masjid yang lama dibongkar untuk dimanfaatkan sebagai halaman dan lahan parkir, sehingga semakin menambah keindahan masjid Majapahit Trowulan, Mojokerto.(sma)