BNNK : Di Mojokerto Mulai Ada Trend Pelajar Jadi Pengedar Narkoba

peringatan Hari Anti Narkoba Internasional 2018

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kota Mojokerto menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat akan bahaya narkoba, khususnya bagi kalangan pelajar dan generasi muda.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto menggandeng Dinas Pendidikan untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini, dan memberantas narkoba yang sudah masuk ke kalangan pelajar.

AKBP Suharsi, Kepala BNNK Mojokerto mengatakan, peredaran narkoba di Mojokerto sudah masuk ke kalangan pelajar, bahkan trendnya pelajar sudah mulai coba-coba jadi pengedar narkoba. “Ini siswa SMP ya, banyak yang sudah jadi pengguna bahkan ada yang jadi pengedar pil koplo, ini kan bahaya,” ungkapnya.

Suharsi juga mengatakan, di tingkat pusat BNN sudah MoU dengan Kementerian Pendidikan. Dan diteruskan BNNK Mojokerto kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk pencegahan peredaran narkoba di kalangan pelajar, sekaligus upaya pemberantasan bersama.

“Gerakan anti narkoba ini sudah masuk ke sekolah, baik di kurikulum maupun kegiatan sekolah, kita ingin lebih menanamkan lagi kepada siswa tentang bahayanya narkoba, seperti (maaf) kalau orang muslim menganggap babi itu haram, jadi mereka benar-benar tidak mau dekat dengan narkoba,” terangnya.

Baca Juga :  Bandar Narkoba di Mojokerto Dituntut 15 th Penjara, Denda Rp 15 M

Sementara puncak peringatan HANI di Kota Mojokerto dipusatkan di Dinas Pendidikan, Kamis (26/07) yang dihadiri semua kepala sekolah di kota Mojokerto, Pejabat Pemkot, Kapolres Mojokerto, Dandem 0815 juga BNN Propinsi dan Ika Puspitasai, Walikota Terpilih.

Brigjen Pol Bambang Budi, Kepala BNNP Jatim mengatakan, semua sekolah harus melek bahaya peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Karena mulai PAUD hingga SMA kini sudah menjadi sasaran peredaran narkoba.

“Dinas Pendidikan Kota Mojokerto wajib mengingatkan (bahaya peredaran narkoba) kepada guru sekolah mulai PAUD sampai SMA, itu harus diprioritaskan,” ungkapnya

Selain itu, Kata Bambang, sinergitas yang melibatkan BNN juga bisa dibangun dengan instansi lainnya. Seperti unsur TNI dan Polri. “Pak Dandim ini juga berperan, misal sebelum operasi anak buah kita siapkan lewat tes urine. Ini namanya preventif, sekaligus menjawab apa yang dicitakan Presiden dalam Nawacita,” pungkasnya.(fam/sma/udi)