Marah, Wawali Mojokerto Temukan Pungli di SDN Rp 400 Ribu Per Siswa

per siswa ditarik Rp 400 ribu

Praktek pungutan liar (pungli) di sekolah hingga kini masih kerap terjadi. Kali ini ditemukan di SDN Wates V, Kota Mojokerto yang disidak langsung Suyitno, Wakil Walikota Mojokerto.

Dari pantauan suaramojokerto.com, Suyitno yang datang bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKD dan Inspektorat langsung masuk ruang kelas dan bertanya ke Walimurid serta kepala sekolah terkait biaya Rp 400 ribu untuk pembelian seragam, buku dan outbond.

Suyitno, Wakil Walikota Mojokerto mengatakan, Pemkot sudah sepakat tidak ada tarikan seragam karena akan dibantu Pemkot secara gratis, tapi ternyata ada lapiloran dari walimurid yang keberatan karena ditarik Rp 400 ribu.

Baca Juga :  Dalami 8 Kasus Korupsi, Polres Mojokerto Tingkatkan Kasus Pungli PRONA

“Tadi saya tanya langsung ke Walimurid dan kepala sekolah, ternyata memang benar ada tarikan. Soal alasannya untuk apa saja, biar nanti dijelaskan di kantor,” ungkap.

Suyitno juga mengatakan, semua kepala sekolah akan dikumpulkan di Dinas Pendidikan hari ini juga untuk menjelaskan soal pungutan ini. “Pungutan ini harus dibatalkan, nanti kita kumpulkan semua kepala sekolah dan kita beri wejangan dan motivasi serta peringatan keras,” tambahnya.

Sementara Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengaku sudah berkali-kali memperingatkan agar kepala sekolah tidak melakukan pungutan, apalagi untuk seragam dan kegiatan yang memberatkan Walimurid.(sma)