1.341 CJH Mojokerto Diberangkatkan, Wabup Minta CJH Jaga Komunikasi

676 CJH Masuk Katergori Resiko Tinggi

Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto tahun 2018 yang tergabung dalam tiga kloter utama diberangkatkan Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Sabtu pagi (11/08).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, jumlah CJH yang diberangkatkan sebanyak 1.341 CJH. Tergabung dalam kloter 75 sebanyak 445 jamaah, kloter 76 sebanyak 442 Jamaah dan kloter 77 sebanyak 444, serta 10 jamaah tergabung di kloter 78 dan 83.

Pemkab Mojokerto menyiapkan 30 armada Bus untuk mengantarkan jamaah dan 24 truk untuk mengangkut koper jamaah. CJH akan menuju asrama haji Sukolilo Surabaya untuk menjalani berbagai pemeriksaan dan sosialisasi. Selanjutnya diberangkatkan menuju Mekkah melalui bandara Juanda.

Dalam pengarahan CJH, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, tahun ini Kabupaten. Mojokerto mendapat kuota haji sebanyak 1 399 orang. Hampir 50 persen masuk kategori resiko tinggi. “Saya berharap semua CJH selalu koordinasi dengan pembimbing dan selalu menjaga kesehatan agar ibadahnya bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jatah Konsumsi CJH Mojokerto di Mekkah hari ini di-Stop

Sementara data yang dihimpun suaramojokerto.com, 1.399 CJH Kabupaten Mojokerto ini tergabung dalam tiga kloter utama dan beberapa kloter lainnya, karena Monokerto sebagai kloter penyangga. Berdasarkan data dari Kemenag Mojokerto, 1.399 terbagi di Kloter 28 (58 orang), Kloter 75 (445 orang), Kloter 76 (442 orang), Kloter 77 (444 orang), Kloter 78 (6 orang), Kloter 83 (3 orang), Kloter 72 (1 orang.)

Tercatat juga CJH beresiko tinggi (risti) sebanyak 676 orang dan seorang CJH tertua usia 83 tahun asal Mojosari atas nama Tartinah. Kecamatan Trowulan menjadi kecamatan asal CJH terbanyak tahun ini tepatnya 162 orang.(sma/udi)