Menunggu 9 Tahun, CJH Tuna Netra Asal Mojokerto Akhirnya Berangkat Ke Mekkah

Lunasi BPIH Dari Hasil Jual Bata Merah

Seorang CJH asal Kabupaten Mojokerto yang mengalami kebutaan akhirnya diberangkatkan ke tanah suci, setelah menunggu selama 9 tahun. Namanya Sukamat (65), warga Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto yang berangkat ke tanah suci bersama istrinya, Jumaning.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Sukamat dan Istrinya tergabung dalam kloter 75, yang berangkat ke asrama haji Surabaya pada Sabtu pagi (11/08) dan Sabtu malamnya langsung terbang ke Arab Saudi.

Sukamat mengaku mendaftar haji sejak 9 tahun lalu bersama istrinya yang berprofesi sebagai perajin batu bata merah. Selang empat tahun kemudian tiba-tiba dia merasa pandangannya kabur hingga mengalami kebutaan.

Baca Juga :  Terganjal Visa, 7 CJH Mojokerto Tunda Berangkat

Dengan sabar dan menyisihkan hasil penjualan batu-bata merah, akhirnya pasangan asal Kutorejo ini berhasil melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). “Sebelum berangkat ke Tanah Suci, saya biasa belajar jalan-jalan di sekitar rumah. Nanti di sana, ada istri saya yang membantu. Karena nanti rencananya saya pakai kursi roda biar mudah,” ungkapnya.(sma/udi)