Dipasok 50 Ton Per Hari, Stok LPG Melon Di Mojokerto Berlebih

Polres Pantau Stok LPG Hingga ke Agen

Setelah muncul kabar elpiji 3 kg atau tabung melon langka di wilayah Kabupaten Mojokerto, Kapolres langsung melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kecamatan Pungging, Mojokerto, Rabu (29/08).

AKBP Leonardus Simarmata Kapolres Mojokerto mengatakan, stok gas elpiji di SPBE Sekargadung, Pungging sejauh ini masih aman, bahkan lebih. “Seharinya disiapkan 50 ton per hari, namun efektif terisi hanya tiap hari 40 ton atau masih tersisa cadangan 10 ton, jadi tidak ada masalah,” ungkapnya.

Kapolres juga mengatakan, stok elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Tata Bersama yang beralamatkan di Jl.Raya Mojosari-Trawas Kecamatan Pungging juga terpantau masih aman dan lancar. “Disini tidak ada masalah, namun kita tetap akan memantau pola distribusinya ke agen dan pengecer,” tambahnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Pasokan LPG di Mojokerto Digerojok Puluhan Truk

Sementara Faradian, Kepala SPBE Sekargadung mengatakan, pihaknya hanya bertugas melakukan pengisian saja. Sedangkan pendistribusiannya sudah ditentukan Pertamina. “Distribusinya lancar, mulai 1 Agustus setiap hari menyuplai 40 ton gas elpiji ke 7 agen besar di Mojokerto,” terangnya.

Sebelumnya, sempat muncul informasi kelangkaan LPG di wilayah Puri Mojokerto yang terjadi selama dua Minggu. Hal itu juga terjadi di beberapa toko yang mengaku kiriman elpiji 3 kg mengalami keterlambatan.(fam/udi)