Warga Mojokerto Protes : “Pajak Telat Didendo, Jalan Bejat Dijarno,”

Tanami Jalan Dengan Pohon Pisang

Sejumlah pemuda asal Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto memprotes jalan desa yang sudah empat tahun belum disentuh pembenahan oleh Pemkab Mojokerto. Padahal, di sepanjang jalan desa ini rusak parah dan berlubang.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, puluhan pemuda ini ramai-ramai menanami pohon pisang disepanjang jalan yang rusak dan menempel tulisan bernada kecaman kepada pemerintah. Seperti “Pajak Telat Didendo, Jalan Bejat Dijarno,”. Aksi ini digelar Senin pagi (03/09).

Duwi Cahyono perwakilan pemuda dusun mengatakan, aksi protes warga ini bentuk dari rasa kecewa karena sudah melaporkan jalan yang rusak ini ke perangkat desa namun tidak pernah ditanggapi. “Ini sudah empat tahun mas, dan banyak anak jatuh,” ungkapnya dengan nada kesal.

Baca Juga :  Proyek Bendungan Rp 336 M di Mojokerto Didemo Ratusan Warga

Cahyono juga mengatakan, para pemuda sepakat akan menanami pohon pisang hingga ada kejelasan dari pemerintah. Apalagi sebentar lagi musim hujan dan kondisi jalan akan semakin parah. “Kalau hujan tambah parah rusaknya, makanya kita minta segera ada kejelasan, jangan janji-janji aja,” pungkasnya.

Sementara dari pantauan suaramojokerto.com, jalan di dusun Ketangi memang yang paling parah dibanding jalan di dusun-dusun lainnya di kawasan Ngembeh Dlanggu, Mojokerto.(fam/udi)

Baca juga :