Truk Brimob Pengamanan Presiden Terguling di Mojokerto, Satu Polisi Meninggal

Empat Anggota Luka Berat

Tergulingnya mobil Brimob Nopol 1756-X dari Den C Madiun yang mengangkut 26 anggota pengamanan kedatangan Presiden RI, Joko Widodo di Mojokerto membuat satu anggota polisi meninggal dunia dan empat anggota lainnya luka berat.

Informasi dihimpun suaramojokerto.com, peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Menjeng, Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (06/09) sekitar pukul 10:00 WIB. Tergulingnya Mobil tersebut menjadi perhatian warga, karena sempat menabrak mobil yang sedang parkir dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, saat melalui jalan turunan, truk sempat oleng dan menabrak kendaraan APV yang diparkir di pinggir jalan. Truk terguling dan menimpa warga yang sedang memperbaiki rumah,” terangnya.

Frans Barung juga mengatakan, Penyebab tergulingnya truk brimob tersebut masih diselidiki. “Kenapa bisa hilang kendali, masih kami selidiki. Kemudian seorang anggota Danton Den C Sat Brimobda Polda Jawa Timur yang tewas itu bernama Aiptu Handi Eko,” tambahnya.

Baca Juga :  Mobil PLN Terguling Saat Pasang Tiang Listrik di Mojokerto

Korban yang terluka langsung dilarikan ke RS Sumber Gelagah, Pacet untuk mendapatkan perawatan medis, bahkan ada yang dirujuk ke RS di Surabaya dan satu korban meninggal dunia. Sementara data korban yang dibawa ke RS Sumber glagah, Pacet diantaranya. :
1. Brigadir Muklis 33 th.
2. Bripka Suryadi, 42 th.
3. Bripka Agus Sujarwoto, 42 th.
4. Aiptu Harisantoso 43 th.
5. Kasan 53 th.
6. Aiptu Handi Eko, 43 th.(MD)

Seperti diketahui, mobil truk yang mengangkut anggota Brimob terguling di Pacet. Rencananya, rombongan akan menuju Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Kembang Belor, Pacet untul melakukan pengamanan kunjungan Presiden Jokowi, Kamis (06/09).

Jumiati, seorang saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, mobil yang mengangkut 26 anggota Brimob itu awalnya melaju dengan kecepatan tinggi dan tak terkendali. Hingga akhirnya terglingbdan terseret lebih dari 10 meter dan terguling beberapa kali. “Suaranya sangat keras, saya takut langsung lari,” katanya.(fam/udi)