Ngintip Car Free Day Konsep Baru di Alun-alun Mojokerto, CFD in Fact

Steril dari PKL dan Kendaraan Bermotor

CFD in Fact atau Car Free Day yang sebenarnya diujicoba di alun-alun Mojokerto, Minggu (09/09). Dalam konsep ini, lokasi CFD benar-benar disterilkan dari asap. Baik asap ditimbulkan dari aktifitas PKL maupun kendaraan bermotor. Kalau bebas asap rokok masih belum.

Dari pantauan suaramojokerto.com, konsep CFD di alun-alun sebenarnya sama dengan CFD di Jalan Benteng Pancasila (Benpas), hanya saja pelaksanaan CFD di Benpas keluar dari konsep awal, sehingga tak ubahnya seperti pasar tumpah.

Di alun-alun, konsep CFD in Fact harus berjalan dan terjaga, harus steril dari PKL dan Kendaraan bermotor. “Alun-alun harus steril dari PKL, baik di hari-hari biasa maupun saat CFD,” ungkap Heriyana Dodik Murtono, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto.

Sementara melihat langsung CFD in Fact di alun-alun Kota Mojokerto, tampak warga menikmati dengan olah raga, jalan kaki, lari-lari kecil, hingga bersepatu roda di sepanjang jalan melingkari Alun-Alun.

Baca Juga :  Rehab Masjid Agung Al Fattah Mojokerto Masih Butuh Rp 26 Miliar

Di bagian dalam Alun-Alun, tampak banyak komunitas yang beraksi. Mulai dari musik hidup (live music), gemelan, pencak silat, senam dan aktivitas bersantai lainnya. Suasana terasa begitu tenang, namun tetap ramai.

Sementara dimana Lokasi penjual makanan dan minuman serta parkir kendaraan ?. Semua sudah ditata dengan rapi di lokasi-lokasi diluar area CFD. “Alhamdulillah CFD Berjalan baik. Tapi kita akan terus tingkatkan kualitasnya. Terpenting, ini sudah clean dari pedagang,” kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiono, yang menginisiasi CFD di alun-alun ini.

Kata Kapolres, ujicoba CFD ini akan segera dievaluasi kekurangan-kekurangannya agar ke depan akan lebih berkualitas. “Kita ingin kembalikan fungsi dan semangat CFD yang sebenarnya, agar komunitas dan masyarakat bisa berkreasi, hari pertama sudah banyak komunitas yang memanfaatkannya,” pungkasnya.(sma/udi)