Buang Sial, Puluhan Gadis Diruwat Di Pendopo Agung Trowulan Mojokerto

Dari Berbagai Kota, Balita Hingga Dewasa

Memasuki bulan Suro atau Muharram dimanfaatkan sebagian ummat manusia untuk melakukan ritual membersihkan diri (Ruwat). Salah satunya kegiatan ritual Ruwat Sukerta digelar di Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto Kamis (13/09) siang.

Dari pantauan suaramojokerto.com, puluhan warga dari berbagai daerah mengikuti ritual yang digelar secara rutin ini, mulai dari balita hingga dewasa. Mereka mengenakan kain putih dan berbaris rapi mengantri untuk mengikuti prosesi siraman tujuh air suci. Yakni air kelapa, air laut tawar, air hujan, embun, sumber tempur, air sendang, serta air sumber dari 14 petirtaan peninggalan Kerajaan Majapahit yang konon dipercaya dapat membawa keberkahan.

Ki Wiro Kadeg Wongso Jumeno selaku Pemangku Adat mengatakan, tujuan ruwatan adalah pembersihan diri dari energi negatif yang terdapat di dalam diri manusia. “Ruwatan ini menggunakan media patirtan atau air yang sudah diberi mantra atau doa-doa untuk membersihkan diri manusia” ungkapnya.

Sementara simbol-simbol dalam acara Ruwat Sukerta Massal ini semua mengandung makna tersendiri. Seperti mandi sebagai simbol pembersihan, sesaji mulai dari tumpeng, hasil bumi, rabotan rumah tangga serta yang lainya digambarkan sebagai hawa nafsu manusia yang di keluarkan.

Baca Juga :  Eksotisme Trowulan Mojokerto Dipamerkan di Konferensi Wisata Dunia

Bahkan, penyiraman air yang disiramkan bukan dari air sembarangan, melainkan di ambil dari 14 sumber air. Diantaranya di petirtaan Siti Inggil di Bejijong Trowulan, petirtaan Tribuwana Tungga Dewi di Klinterejo Sooko, petilasan Prabu Hayam Wuruk Desa Panggih Trowulan, petirtaan Putri Campa di Unggahan Trowulan, petirtaan Kubur Panjang atau Sumber Towo di Desa Unggahan Trowulan, sumur Sakti Gajah Mada di Beloh Kecamatan Trowulan dan terakhir di sumur Upas Candi Kedaton.

Setelah selesai dimandikan (siraman), peserta masih harus mengikuti prosesi lainnya. Yakni wayang ruwatan dengan lakon Murwakala oleh Ki Wasis Asmoro di Pendopo Agung Trowulan dan di akhiri dengan doa.

Seorang peserta ruwatan, Risma Finantiya mengatakan, meski baru pertama kali mengikuti acara ini, dirinya mempercayai siraman Ruwat Sukerta Massal ini mampu membuang sial, serta membawa berkah.(fam/udi)