Diboyong Ke Madinah, Tiga Jamaah Haji Mojokerto Tertinggal Di Makkah

Dirawat Di Rumah Sakit Arab Saudi

H Olik, dari KBIH Al Rahmah bersama jamaahh kloter 75

Semua jamaah haji asal Mojokerto sudah berada di Madinah sejak Kamis Malam (13/09). Namun ada tiga jamaah haji yang masih tertinggal di Mekkah karena mengalami sakit dan harus menjalani perawatan di RSAS.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pergeseran jamaah haji ke Madinah ini diawali dengan Kloter 75 Embarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 449 jamaah yang diberangkatkan sebelum zuhur WAS. Kemudian disusul Kloter 76 dengan 448 Jamaah dan Kloter 77 sebanyak 450 yang diberangkatkan di waktu ashar.

Mukti Ali, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto mengatakan, sekarang semua jamaah sudah berada di Madinah dan mulai melaksanakan ibadah Arba’in atau Sholat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi dan ziawar ke makam Nabi Muhammad SAW. “Setelah melakukan tawaf wadah atau perpisahan semua diboyong ke Madinah dalam satu hari, hanya waktunya saja yang berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menunggu 9 Tahun, CJH Tuna Netra Asal Mojokerto Akhirnya Berangkat Ke Mekkah

Sementara informasi dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 76, dr Fanny Ardie mengatakan, tiga jamaah yang masih dirawat di RSAS terpaksa ditinggal berangkat ke Madinah. Tiga jamaah itu dua diantaranya dari kloter 76 atas nama Sampini usia 76 tahun asal Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo dan Mochamad Asik usia 62 tahun asal Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. “Bu Sampini rawat inap di RSAS An Noor, Makkah. Sedangkan Pak Asik dirawat di RSAS King Abdul Aziz,” terangnya.

Sementara satu jamaah lagi yang masih dirawat di Rumah Sakit di Mekkah atas nama Siti Zumroh, asal Kecamatan Puri yang masih menjalani perawatan di RSAS An Noor.(sma/udi)