Ingin Adopsi Nuansa Raudhah, Masjid Agung Al Fattah Mojokerto Impor Batu Marmer

Target Ramadhan Bisa Dimanaatkan

Bangunan Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto yang berlokasi di barat Alun-alun bakal dijadikan ikon wisata religi. Saat ini proses pembangunannya masih terus berlangsung dan masuk tahap krusial, yakni desain Soko guru masjid yang sudah berusia ratusan tahun.

Soko guru adalah tiang penyangga bangunan masjid utama yang sejak awal berdiri dan sengaja tidak dihapus karena mengandung nilai sejarah. Bangunan 16×16 meter ini tidak dibongkar, namun hanya ditinggikan dan dijadikan ornamen dengan nuansa artistik. Bahkan direncanakan, lokasi utama Soko guru akan dibikin dengan nuansa seperti “Raudhah” di Masjid Nabawi yang jadi Jujukan Jamaah ketika menunaikan ibadah haji.

Chairil Anwar, Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Agung Al Fattah mengatakan, Soko guru ini masih asli seperti pertama kali masjid itu didirikan Ahad Pon 7 Mei 1877 atau 1294 Hijriyah. ’’Area soko guru sekarang ini menjadi fokus pembangunan hingga akhir tahun 2018,’’ ungkapnya.

Anwar juga mengatakan, suasana di area soko guru nanti akan dibuat istimewa dengan membawa suasana Roudhloh, tempat tinggal dan makam Nabi Agung Muhamad SAW di Madinah itu di area tersebut. Lantainya menggunakan batu marmer yang khusus diimpor dari Italia, negara penghasil batu pualam nomor satu di dunia.

Baca Juga :  Kagumi Artistik Masjid Al Fattah Mojokerto, Kapolresta Bantu Marmer

“Keinginan semua panitia, Soko guru ini dijadikan tempat yang spesial dan menjadi tempat yang mustajabah, karena sejarahnya tempat ini merupakan tempat para ulamat tirakat dan penuh dengan doa para kyai, sehingga menjadi tempat yang penuh berkah,” terangnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sudarno, ketua panitia pembangunan masjid Al Fattah yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 50 miliar ini. Menurutnya, batu marmer di area Soko guru nantinya dipasang di atas pasir kuarsa. Sehingga, batu bakal menjadi lantai dengan pondasi yang kuat. ’’Kami berkeinginan agar area soko guru ini menjadi bagian yang istimewa dan punya daya tarik tersendiri,’’ ujarnya.

Karena panitia menginginkan bersuasana Raudhah, maka ornamen yang digunakan dan juga warnanya akan disesuaikan, seperti dominasi warna hijau dan ornamen berwarna emas, karena di Raudhah karpetnya juga berwarna hijau dan tebal serta dilengkapi ornamen-ornamen berwarna emas. ’’Pada saat bulan puasa tahun depan, insya Allah area Soko guru sudah rampung dan dapat digunakan jamaah untuk beriktikaf,’’ kata Sudarno.(sma/udi)