Peduli Bencana, Kejari dan Pemkot Mojokerto Gelar Doa Bersama

Pemkot Siapkan Dana Rp 400 juta

Banyaknya bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia, seperti di Lombok NTB, Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah membuat beberapa daerah di Indonesia merasa prihatin dan turut berduka cita. Salah satunya yang dilakukan Kejaksaan Negeri dan Pemda Kota Mojokerto dengan menggelar doa bersama dan aksi penggalangan dana.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, kegiatan doa bersama dan sholat ghoib ini digelar di Musholla Al Mizan, di lingkungan Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Jum’at (5/6) dengan dihadiri Kajari Kota Mojokerto, Sekdakot dan jajaran Forkopimda, MUI serta seluruh OPD Pemkot sekaligus memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto, Halila Purnama mengatakan, do’a bersama ini digelar sebagai wujud empati atas terjadinya bencana alam di Indonesia terutama gempa di Lombok,  Nusa Tenggara  Barat serta  Palu, Sigi, Donggala  Provinsi  Sulawesi Tengah.

“Tentunya duka saudara-saudara kita adalah duka kita semua, oleh karena itu sebagai bentuk empati, kita berdoa bersama memohon kepada Allah SWT agar saudara kita dikuatkan dan dan diberi keikhlasan seluas-luasnya,”kata Halila.

Baca Juga :  Posko Wartawan Mojokerto Peduli Ditutup, Salurkan Rp 49 Juta

Sementara itu, Harlistyati, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto berharap agar kebersamaan antara  Pemkot Mojokerto dan Forkopimda untuk kegiatan kepedulian terus berlanjut. “Kita membutuhkan dukungan semua pihak, baik untuk program kepedulian juga untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral,” ungkap harlis.

Harlis juga mengatakan, untuk kegiatan amal ini, Pemkot Mojokerto sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk membantu daerah yang tertimpa bencana. Bantuan tersebut akan diserahkan untuk korban gempa Lombok NTB sebesar Rp. 200 juta dan untuk korban di Palu, Sigi dan Donggala sebesar Rp. 200 juta. “Dana ini diambilkan dari anggaran tak terduga APBD Kota Mojokerto,” terangnya.

Dalam acara ini juga diisi dengan siraman rohani oleh KH Nur Hadi, yang dikenal dengan sebutan Mbah Bolong dengan materi ceramah bertema menghadapi musibah. “Segala sesuatu yang kita alami saat ini baik musibah, ujian, adalah buah perbuatan kita sendiri dan dikembailkan ke diri sendiri. Sesungguhnya Allah tidak memberi ujian yang ‘overdosis’ kepada umatNya,” terang Mbah Bolong.(sma/udi)